Page 609 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 609

Para gubernur akan mengeksekusi perhitungan tersebut menjadi Upah Minimum Provinsi (UMP)
              yang harus ditetapkan paling lambat 20 November 2021. Sementara di level kabupaten/kota,
              akan disahkan dalam Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

              Sebelumnya,  elemen  buruh  menuntut  UMP  tahun  depan  naik  7-10%  dari  tahun  ini.  Namun
              nyatanya jauh di bawah itu.

              "Kondisi Upah Minimum terlalu tinggi membuat sebagian besar pengusaha nggak menjangkau
              dan akan dampak negatif di lapangan. Terlihat Upah Minimum sebagai upah efektif sehingga
              kenaikan upah mengikuti Upah Minimum tanpa didasari kinerja individu. Serikat pekerja lebih
              cenderung menuntut Upah Minimum, bukan upah berbasis produktivitas," jelas Ida.

              Bagi daerah yang ternyata tidak mengikuti garis UMP yang ditetapkan pemerintah pusat, lanjut
              Ida, akan ada sanksi. Tidak hanya pemerintah daerah, perusahaan yang membangkang pun
              bakal kena 'pecut'.

              "Mendagri (Menteri Dalam Negeri) sudah sampaikan surat kepada gubernur terkait ketentuan
              Upah Minimum. Ada sanksi diberikan kepada kepala daerah yang nggak memenuhi kewajiban.
              Sanksi administrasi, kemudian sampai terberat pemberhentian sementara dan permanen. Sanksi
              terhadap perusahaan akan sanksi pidana," tegas Menaker.




















































                                                           608
   604   605   606   607   608   609   610   611   612   613   614