Page 608 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 608
Judul Sejak Era Reformasi, Kenaikan UMP Zaman Jokowi Paling 'Irit'!
Nama Media cnbcindonesia.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://www.cnbcindonesia.com/news/20211118103528-4-
292450/sejak-era-reformasi-kenaikan-ump-zaman-jokowi-paling-irit
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-11-18 11:40:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Setelah melakukan simulasi, tentu akan
ditetapkan gubernur, nilainya berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) rata-rata kenaikan
upah minimum 1,09%. Ini rata-rata nasional, kita tunggu saja para gubernur
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Kondisi Upah Minimum terlalu tinggi
membuat sebagian besar pengusaha nggak menjangkau dan akan dampak negatif di lapangan.
Terlihat Upah Minimum sebagai upah efektif sehingga kenaikan upah mengikuti Upah Minimum
tanpa didasari kinerja individu. Serikat pekerja lebih cenderung menuntut Upah Minimum, bukan
upah berbasis produktivitas
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Mendagri (Menteri Dalam Negeri) sudah
sampaikan surat kepada gubernur terkait ketentuan Upah Minimum. Ada sanksi diberikan kepada
kepala daerah yang nggak memenuhi kewajiban. Sanksi administrasi, kemudian sampai terberat
pemberhentian sementara dan permanen. Sanksi terhadap perusahaan akan sanksi pidana
Ringkasan
Pemerintah sudah menetapkan besaran rata-rata kenaikan Upah Minimum untuk 2022. Ada
kenaikan dibandingkan tahun ini, tetapi minimalis saja di 1,09%.
SEJAK ERA REFORMASI, KENAIKAN UMP ZAMAN JOKOWI PALING 'IRIT'!
Pemerintah sudah menetapkan besaran rata-rata kenaikan Upah Minimum untuk 2022. Ada
kenaikan dibandingkan tahun ini, tetapi minimalis saja di 1,09%.
"Setelah melakukan simulasi, tentu akan ditetapkan gubernur, nilainya berdasarkan data BPS
(Badan Pusat Statistik) rata-rata kenaikan upah minimum 1,09%. Ini rata-rata nasional, kita
tunggu saja para gubernur," kata Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), dalam
pernyataan resmi, Selasa (16/11/2021).
607

