Page 619 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 619
Judul Upah Minimum Rata-Rata Naik 1,09 Persen Tahun Depan, Pekerja
Terjepit
Nama Media Berita Kota Kendari
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL Pg7
Jurnalis man
Tanggal 2021-11-18 11:25:00
Ukuran 135x272mmk
Warna Warna
AD Value Rp 28.350.000
News Value Rp 141.750.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - Bhima Yudhistira (Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS)) Kalau
kenaikan upah minimum hanya 1,09 persen, konsumsi masyarakat pasti akan terpengaruh
karena tahun depan ada penyesuaian PPN (pajak pertambahan nilai), naik dari 10 persen
menjadi 11 persen
negative - Bhima Yudhistira (Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS)) Kalau
kenaikan upah cuma 1 persen, sementara proyeksi terjadi inflasi di atas 3-4 persen di 2022 ini
efeknya berarti daya beli kelas menengah dan pekerja rentan bisa tergerus inflasi. Jadi ini
menyebabkan pemulihan daya beli dan konsumsi rumah tangga terhambat
Ringkasan
Keputusan pemerintah yang menyebutkan rata-rata kenaikan upah minimum tahun depan
sebesar 1,09 persen menjadi berita buruk bagi kalangan pekerja. Selain karena kenaikan upah
tersebut di bawah inflasi, para pekerja juga harus menghadapi rencana perpajakan yang tidak
mengakomodasi kepentingan buruh.
UPAH MINIMUM RATA-RATA NAIK 1,09 PERSEN TAHUN DEPAN, PEKERJA TERJEPIT
Keputusan pemerintah yang menyebutkan rata-rata kenaikan upah minimum tahun depan
sebesar 1,09 persen menjadi berita buruk bagi kalangan pekerja. Selain karena kenaikan upah
tersebut di bawah inflasi, para pekerja juga harus menghadapi rencana perpajakan yang tidak
mengakomodasi kepentingan buruh.
"Kalau kenaikan upah minimum hanya 1,09 persen, konsumsi masyarakat pasti akan
terpengaruh karena tahun depan ada penyesuaian PPN (pajak pertambahan nilai), naik dari 10
persen menjadi 11 persen," kata Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima
Yudhistira, dikutip dari tempo.co, Rabu (17/11).
618

