Page 620 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 620

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menyatakan pemerintah resmi menaikan
              PPN pada 1 April 2022 dari 10 persen menjadi 11 persen. Ketentuan itu diatur dalam Undang-
              Undang  (UU)  Harmonisasi  Peraturan  Perpajakan  (HPP)  yang  baru  saja  disahkan  Dewan
              Perwakilan Rakyat (DPR).

              Dua kebijakan pemerintah itu berisiko menghambat daya beli masyarakat yang saat ini masih
              dalam pemulihan. Akibatnya, sektor ritel juga akan terkena dampaknya.

              "Kalau kenaikan upah cuma 1 persen, sementara proyeksi terjadi inflasi di atas 3-4 persen di
              2022 ini efeknya berarti daya beli kelas menengah dan pekerja rentan bisa tergerus inflasi. Jadi
              ini menyebabkan pemulihan daya beli dan konsumsi rumah tangga terhambat," kata Bhima.

              Disisi lain, Bhima melihat tak ada jaminan bahwa penetapan kenaikan upah minimum yang minim
              itu  akan  disertai  pembukaan  lapangan  pekerjaan  yang  dapat  mengurangi  pengangguran.
              Padahal, upah minimum seharusnya dapat menjaDIYaring pengaman sosial bagi pekerja.

              "Kalau upah minimum kecil bisapekerja melakukan tekanan terus menerus dan membuka adanya
              ketimpangan keberpihakan kepada pengusaha. Pengusaha dapat revisi UU Minerba, dapat UU
              Cipta Kerja, sementara pekerja hanya dapat kenaikan upah minimum di bawah inflasi, itu sangat
              menyakitkan,'' ujar Bhima.

              Sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengatakan  rata-rata  kenaikan  upah
              minimum  provinsi  sebesar  1,09  persen.  Hal  itu  berdasarkan  simulasi  dari  data  Badan  Pusat
              Statistik.

              "Ini  rata-rata  nasional.  Tentu  sekali  lagi  kitatunggu  para  gubernur.  Data  BPS  sudah  kami
              sampaikan  ke  para  gubernur.  Nanti pada  saatnya  gubernur  akan  menetapkan.  Tapi  simulasi
              secara nasional itu kenaikannya 1,09 persen," kata Ida dalam konferensi pers virtual Selasa,
              (16/11).

              Proyeksi upah layak itu didasari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan
              aturan  turunannya  yaitu  PP  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan.  Ida  memastikan
              gubernur harus menetapkan Upah Minimum Provinsi paling lambat 20 November 2021.

              "Karena 21 November merupakan hari libur nasional maka penetapannya harus dilakukan paling
              lambat satu hari sebelumnya, yaitu tgl 20 November 2021," kata Ida. (bis/man)






























                                                           619
   615   616   617   618   619   620   621   622   623   624   625