Page 676 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 676

Mantan  menko  PMK  itu  pun  meminta  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  untuk
              menguatkan  sistem  sosialisasi  dan  pengawasan  ke  perusahaan-perusahaan.  Sebab,  dirinya
              mengaku banyak mendapat pengaduan bahwa pelanggaran upah minimum kerap terjadi karena
              minimnya pengawasan. "Jumlah pengawas ketenagakerjaan harus diperbanyak sehingga bisa
              cepat menemukan berbagai persoalan yang terjadi antara pekerja dan perusahaan. Tentunya,
              kapasitas  dan  kualitas  dari  tenaga  pengawas  harus  mumpuni,  ini  jadi  PR  buat  pemerintah,"
              ucapnya.

              Buruh marah

              Persoalan  upah  ini  pun,  telah  membuat  kalangan  buruh  meradang.  Pasalnya,  harapan  upah
              minimum provinsi (UMP) 2022 naik di antara kisaran 7 hingga 10 persen, 'pupus' sudah setelah
              Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) mengeluarkan rekomendasi UMP sebesar 1.09 persen.

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, sebanyak dua
              juta buruh akan melakukan mogok kerja nasional pada Desember 2021. Langkah ini ditempuh
              karena pemerintah hanya menaikkan UMP sebesar 1,09 persen.

              Said  mengatakan,  KSPI  sudah  menggelar  rapat  dengan  60  serikat  buruh  tingkat  nasional.
              Keputusannya adalah melakukan mogok produksi secara nasional pada Desember mendatang.
              "60 federasi tingkat nasional memutuskan mogok nasional, setop produksi, ini akan diikuti 2 juta
              buruh, (sehingga) lebih dari ratusan ribu pabrik akan berhenti bekerja." ungkap Said. (*)




















































                                                           675
   671   672   673   674   675   676   677   678   679   680   681