Page 101 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MARET 2020
P. 101
"Alasan sementara, untuk pancingan karena setelah 7 tahun menikah belum
memiliki anak," tegasnya.
Ia menyebut, keduanya dapat membawa lari sang anak lantaran saat di Malaysia
mereka lah yang mengasuhnya. Sehingga, saat dibawa pergi, kedua orangtua sang
anak tidak curiga.
Namun setelah berpamitan, kedua tersangka ternyata tak pernah kembali lagi. Saat
dihubungi melalui telepon, pada awalnya masih bisa. Namun, setelah itu nomor
kedua orangtua korban diblokir.
"Karena itulah, orangtua si anak ini melaporkan kasus tersebut ke PDM (Polis Diraja
Malaysia), yang kemudian diteruskan ke kedutaan, selanjutnya diteruskan pada
Kepolisian," tegasnya.
Setelah dilakukan pelacakan, kedua tersangka diketahui berada di Desa Wates,
Kecamatan Lekok, Kota Pasuruan bersama dengan sang anak. Saat itu pula,
keduanya langsung ditangkap dan dibawa ke Mapolda Jatim.
Sementara itu, salah satu tersangka Solikin mengatakan, dirinya tidak mau disebut
sebagai penculik, lantaran ia telah izin untuk membawa pergi pada orangtua si
anak. Namun, saat hendak kembali ke Malaysia, visanya telah diblokir sehingga
tidak bisa mengembalikan si anak.
"Saya sudah izin, tapi visa saya diblokir sehingga tidak bisa kembali ke sana
(Malaysia)," urainya.
Saat dikonfirmasi mengapa nomor teleponnya tidak bisa lagi dihubungi oleh
orangtua si anak, ia mengaku sengaja memblokirnya lantaran ia sakit hati kerap
dimaki oleh mereka.
"Memang saya blokir. Karena maaf, saya sering dimaki-maki," ungkapnya.
Atas kasus ini, kedua tersangka pun dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan
Anak. Sedangkan anak yang menjadi korban penculikan, akan dititipkan ke balai
perlindungan anak.
Page 100 of 175.

