Page 103 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MARET 2020
P. 103
masih ada kepentingan-kepentingan lain, tapi secara umum jika ini tercukupi ya
iklim usaha secara umum akan kondusif," tutur Mulyawan.
"Tampaknya, kedua kepentingan ini yang coba dipertemukan dalam RUU Ciptaker.
Karena dilihat dari klaster draft-nya, RUU Ciptaker memang mengakomodasi dua
kepentingan ini. Meskipun dalam beberapa poin, wajar saja bila dikritisi dengan
semangat memperbaiki," kata Mulyawan.
Tak kalah penting, kata Mulyawan, adalah semangat RUU Omnibus Law dalam
mengatasi masalah pengangguran. RUU ini memang diharapkan mendorong dengan
cepat penambahan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, lapangan kerja yang
sudah ada juga tidak berpindah ke negara lain yang lebih kompetitif.
"Ini kan catatan penting yang selama ini banyak dibicarakan. Sudah ada lapangan
kerja, terus pindah ke negara tetangga karena kita kalah kompetitif," tegasnya.
Mengutip data Kemenko Perekonomian RI tahun 2020, Mulyawan menyebutkan
bahwa pengangguran saat ini mencapai 7,05 juta dan angkatan kerja mencapai
2,24 juta. Sementara masyarakat dalam kategori setengah penganggur sebanyak
8,14 juta, dan pekerja paruh waktu 28,41.
"Jadi total 45,84 juta atau 34,4 persen angkatan kerja bekerja tidak penuh.
Bayangkan jika ditambah jumlah penduduk yang bekerja pada sektor informal
sebanyak 70,49 juta orang atau 55,72 persen dari total penduduk yang bekerja. Ini
jumlah yang memang harus dipastikan solusinya," tutup Mulyawan.
[kun].
Page 102 of 175.

