Page 81 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 MEI 2020
P. 81
Title BEGINI NASIB THR BURUH TEKSTIL HINGGA TOKO RITEL
Media Name detik.com
Pub. Date 14 Mei 2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5013874/begini-nasib-t hr-buruh-tekstil-
Page/URL
hingga-toko-ritel
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memperbolehkan pengusaha
mencicil atau menunda pembayaran THR keagamaan. Kebijakan itu diambil karena
menyesuaikan kondisi saat ini yang sedang dihadapkan pada pandemi COVID-19.
Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 tentang
Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di
Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
Pengusaha tekstil pun mengungkapkan tidak mampu membayar THR sesuai
ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yang mengharuskan kewajiban
tersebut dilaksanakan paling lambat 7 hari sebelum Lebaran alias H-7.
Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Tanzil Rakhman
menjelaskan pengusaha tekstil akan mengambil skema pembayaran THR dengan
dicicil.
"Kemungkinan besar sulit (membayar THR sebelum H-7), secara umum ya industri
kita secara umum sulit. Sebagian besar pasti akan melakukan skema pembayaran
yang tidak biasanya. Bisa dicicil atau seperti apa, itu nanti tinggal kesepakatan
industri dengan serikat pekerja," kata dia saat dihubungi detikcom, Rabu
(13/5/2020).
Pihaknya pun berharap serikat pekerja bisa memaklumi kondisi saat ini yang sedang
sulit karena pandemi COVID-19. Yang jelas hak-hak karyawan pasti akan dipenuhi.
"Kita sih mengimbau, memohon kepada teman-teman serikat pekerja untuk bisa
secara objektif, kalau industri memang pabriknya tidak mampu ya kita cari jalan
tengah yang terbaik seperti apa. Yang penting semua hak-haknya dipenuhi,"
terangnya.
Adanya pandemi COVID-19 membuat pemerintah membatasi pergerakan
transportasi publik, termasuk angkutan darat. Hal itu dilakukan untuk meminimalkan
penyebaran virus Corona. Kondisi tersebut sekaligus menjadi pukulan buat
pengusaha angkutan umum.
Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Haryono
menjelaskan pihaknya kesulitan membayar THR. Sebab angkutan berhenti
Page 80 of 231.

