Page 83 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 MEI 2020
P. 83
Kondisi tersebut bahkan memaksa sejumlah perusahaan mamin merumahkan
karyawannya, terutama industri berskala kecil. Otomatis mereka juga akan kesulitan
membayar THR.
"Mereka ada yang merumahkan juga sebagian, terutama yang kecil-kecil banyak
yang merumahkan. Saya kira kalau yang merumahkan itu pasti akan kesulitan untuk
membayar THR karena memang bisnisnya kan uncertainty (tidak pasti)," jelasnya.
Namun pihaknya belum mempunyai data jumlah karyawan yang dirumahkan hingga
saat ini.
Bisnis ritel ikut terkena dampak pandemi COVID-19. Menurut Sekretaris Jenderal
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin yang paling terdampak adalah
ritel berformat department store karena hanya mampu mempertahankan penjualan
paling tidak 2% saja.
"Store-nya kan tutup semua kan, nggak boleh (buka). Tapi karyawannya berupaya
untuk melakukan penjualan dengan menghubungi customer. Ada pembelian tapi
nggak sebesar saat tokonya buka. Makanya saya katakan ya paling-paling juga 2%,"
kata dia saat dihubungi detikcom, Rabu (13/5/2020).
Sedangkan ritel yang menjual kebutuhan pokok mengalami penurunan penjualan
sekitar 5% pada Mei dibandingkan Maret.
"Dalam catatan saya (penurunan penjualan) nggak kurang dari 5% sampai dengan
minggu pertama bulan Mei, penurunannya dibandingkan bulan Maret. Dibandingkan
bulan Maret telah terjadi penurunan paling tidak 5%. Ini kita lagi pantau terus
kondisinya," jelasnya.
Lalu bagaimana nasib THR karyawan? Apakah akan dibayar 7 hari sebelum Lebaran,
atau bakal ditunda? Menurut Solihin masih ada pengusaha ritel yang mampu
membayar THR sebelum Lebaran secara penuh.
"Saya pikir nggak semua ritel nggak bayar, nggak semua ritel juga nggak mampu
bayar. Saya di perusahaan saya, saya pastikan tanggal 12 kemarin seluruh hak
karyawan terhadap THR kita bayar penuh," jelasnya.
Namun memang ada pengusaha ritel yang bakal mencicil pembayaran THR hingga
lunas. Pihaknya berpedoman pada Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HI.00.01/V/2020
tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di
Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
"Di dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan memang diperbolehkan untuk
membayar itu sebagian dulu, tapi hak karyawan dan kewajiban perusahaan nggak
boleh hilang, tapi pembayarannya bertahap," tambahnya.
Page 82 of 231.

