Page 82 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 MEI 2020
P. 82
beroperasi sehingga tak ada pemasukan.
"Ya sangat sangat (sulit membayar THR) lah, kan kita nggak ada cash, nggak ada
penumpang. Bukan karena kita pelit atau mencari kesempatan, nggak, sama sekali
itu tidak ada terbesit pikiran," kata dia saat dihubungi detikcom, Rabu (13/5/2020).
Dia mengatakan, tiap perusahaan transportasi darat akan mencari cara masing-
masing dalam membayarkan THR.
Bagi perusahaan angkutan yang benar-benar babak-belur dihantam Corona,
menurutnya bisa berbicara dari hati ke hati dengan pekerjanya bahwa THR akan
dibayar di waktu yang tidak normal, alias usai Lebaran.
"Saya katakan, membayar itu apakah itu disebut nantinya kemudian itikad baik dari
pengusaha itu mengatakan, 'oh nanti saja ya ketika kita sudah jalan lagi, saya catat
bahwa kalian belum menerima, nanti akan saya bayarkan ketika kita sudah jalan'.
Kalau itu kesepakatannya ya silakan saja bahwa itu menjadi sesuatu yang akan
dilaksanakan di korporasi tersebut," jelasnya.
Namun bagi perusahaan transportasi yang masih memiliki kemampuan yang cukup,
pihaknya mengimbau agar THR dibayarkan sebagaimana mestinya.
Sebagian pengusaha di industri produk makanan-minuman juga mengaku kesulitan
membayar THR. Baca di halaman selanjutnya.
Pengusaha produk makanan-minuman (mamin) mengaku kesulitan membayar THR.
Sebab penjualan anjlok hingga 30% imbas pembatasan sosial berskala besar
(PSBB), walaupun tidak semua pengusaha di sektor tersebut mengalami kesulitan
yang sama.
Pengusaha mamin yang kesulitan membayar THR imbas pandemi COVID-19
berpedoman pada Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 tentang
Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di
Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).
"Ya itu masing-masing perusahaan kan beda-beda ya, sedangkan kami sendiri tidak
mengurusi itu karena kita tidak mencampuri urusan masing-masing perusahaan.
Tapi pasti berdasarkan edaran Menaker saja bahwa ada yang boleh ditunda, ada
yang boleh dicicil," kata Ketua Gabungan Pengusaha Industri Makanan dan
Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman saat dihubungi detikcom, Rabu
(13/5/2020).
Dia menjelaskan, saat ini penjualan sangat anjlok. Padahal seharusnya saat
Ramadhan dan menjelang Lebaran, penjualan mengalami peningkatan. Tapi
kondisinya berbeda karena merebaknya virus Corona. Di sisi lain, mereka
dibebankan banyaknya tagihan yang belum bisa dibayar.
Page 81 of 231.

