Page 146 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 146

Jadi dari karakter bagaimana dia ditangkap dan ditahan itu bukan terkait dengan
               visa. Ya kebetulan aja dia visanya habis maka pemerintah Hong Kong
               memanfaatkan itu. Jadi mereka punya alasan.


               Apakah habisnya visa Yuli sebagai alasan deportasi ini hanya dalih saja?

               Iya. Tapi sebenarnya ya, itu jadi pelajaran berharga bagi teman-teman yang aktif
               menyuarakan demokrasi dan HAM di negara orang, itu harus memperhatikan betul
               dokumen tinggal seperti visa, macam-macam.

               Maksudnya masalah prosedural?

               Iya, karena jangan sampai itu justru jadi alat yang mudah mematahkan mereka.

               Apa yang ditulis Yuli selama ini?


               Tentang demonstrasi di Hongkong.

               Seperti apa?

               Ya biasa saja kan, reportase. Koran-koran di sana juga menuliskan itu. Jadi
               menuliskan demonstrasi di sana, ya menggambarkan tuntutan masyarakat dan
               sebagainya. Ya biasa, kan kita sehari-hari juga lihat reportase media kan.

               Kenapa Yuli Riswati melakukan ini?


               Ya biasa saja, orang menulis itu kan biasa aja. Dia kan penulis, sehari-hari dia
               menulis. Bukunya banyak, dia sering nulis di koran, dia menulis di blognya, di
               Facebook. Jadi aktivitasnya itu selain menjadi buruh migran, aktivis, dia itu penulis.
               Orang itu menulis kan ya bebas, mau menulis apa saja.


               Apa yang bisa dilakukan pemerintah soal kasus ini, selain pendampingan?

               Apa yang bisa dilakukan ya? Ya sudah dideportasi. Dan kira-kira dia di-blacklist-kan,
               pasti di-blacklist, nggak bisa masuk lagi. Ya menurut saya pemerintah itu, satu yang
               bisa dilakukan, mungkin mendorong pemulihan nama ya, rehabilitasi. Karena
               Hongkong hanya menjadikan itu kan atas dasar pelanggaran imigrasi gitu. Padahal
               sesungguhnya ini ada tendensi politik. Ini juga jadi catatan ya.

               Jadi ya itu, satu soal pemulihan.


               Yang kedua, saya kira kasus ini jangan menjadikan teman-teman buruh migran
               kemudian apatis pada situasi politik lokal dan di Indonesia dan di manapun. Bahwa
               sebagai bagian dari gerakan sosial prodem (prodemokrasi), itu kita mesti punya
               solidaritas juga terhadap kondisi politik di negara tertentu, dan mendukung gerakan
               masyarakat sipil yang mendorong demokrasi.









                                                      Page 145 of 176.
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151