Page 145 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 145
Apakah demo Hong Kong ini berdampak pada pekerja migran, sehingga
pekerja seperti Yuli aktif untuk memberitakan hal ini?
Bisa berdampak bisa tidak kan. Tetapi kan sebenarnya poinnya bukan itu. Di Hong
Kong itu di masa politik sekarang, siapapun yang melakukan upaya speaking up, itu
direpresi.
Tidak peduli siapapun?
Tidak peduli siapapun. Jadi siapapun yang melakukan upaya itu karena secara
pergaulan internasional kan Hong Kong juga disorot betul ya, situasinya. Jadi
kemudian ya makin represif. Mestinya kan makin tidak ya, tapi kan makin represif.
Apakah banyak buruh migran yang jadi aktivis di sana? Atau cuma
segelintir saja?
Ya banyak banget. Banyak banget. Aktivis buruh migran itu lahirnya dari Hong
Kong. Banyak sekali organisasi masyarakat, organisasi buruh migran yang tumbuh
di sana. Jadi ada serikat ini, ada IMWU (International Mobility Workers Unit), ada
KOTKIHO (Koalisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong), ada CMR
(Coalition for Migrants' Rights), ada banyak sekali organisasi di sana. Apalagi
organisasi yang basisnya kedaerahan, itu hampir semua punya organisasi di sana.
Jadi sebenarnya dari sisi gerakan masyarakat sipil, gerakan sosial, ya leftist di sana.
Apakah buruh migran banyak yang terlibat demo Hong Kong?
Kalau ada yang ikut mungkin ada juga ya. Tetapi sejauh mana dikonfirmasi ke
teman-teman. Karena kan kita nggak memantau day to day-nya. Itu panjang loh,
itu kapan sampai kapan. Teman-teman ditanya saja. Tapi saya beberapa kali
komunikasi dengan teman-teman yang di sana, bagaimana situasinya. Tapi saya
nggak pernah komunikasi dengan Yuli, biasanya saya komunikasi dengan pemimpin
organisasinya di sana. Mungkin bisa diwawancara nanti.
Sikap mereka secara umum?
Ya kalau mereka sih mendukung gerakan itu ya, gerakan masyarakat Hongkong.
Apa tanggapan Migrant Care soal kasus Yuli Riswati?
Sebenarnya kan penahanan dia kan nggak lazim ya. Karena kalau hanya
pelanggaran visa saja, itu kan sering di sana, majikan lupa memperpanjang,
kemudian masih bisa diperpanjang itu biasa di sana. Nggak kemudian polisi datang
ke rumah kemudian menangkap. Kalau lihat dari cara bagaimana polisi
memperlakukan, itu represi politik.
Ditangkap di rumah (majikan), ditahan, dan ditahannya sendiri kan itu. Sendirian,
kalau tahanan imigrasi kan nggak ada begitu.
Page 144 of 176.

