Page 143 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 143

Title          MIGRANT CARE: DEPORTASI YULI ADALAH TINDAKAN REPRESIF HONG KONG
               Media Name     kumparan.com
               Pub. Date      13 Desember 2019
                              https://kumparan.com/kumparannews/migrant-care-deportasi-yuli-adalah-t indakan-
               Page/URL
                              represif-hong-kong-1sR6lnh0dl7
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive
               MIGRANT CARE: DEPORTASI YULI ADALAH TINDAKAN
               REPRESIF HONG KONG


               Keputusan Pemerintah Hong Kong mendeportasi buruh migran asal Jember, Jawa
               Timur, Yuli Riswati dianggap sebagai sikap represif. Latar kebijakan ini ditengarai
               karena kebiasaan Yuli menuliskan berita soal demonstrasi Hong Kong melalui media
               berbahasa Indonesia di Hong Kong, yakni Suara.com.hk dan Migran Pos.

               Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Indonesia, Anis Hidayah, menduga
               pemerintah Hong Kong merasa terganggu dengan pemberitaan itu. Pemerintah
               Hong Kong tengah mengetatkan berbagai pemberitaan aksi demonstrasi yang
               dimotori oleh mahasiswa sejak Maret 2019 lalu itu.

               Demonstrasi ini kian membesar karena kisruh rancangan undang-undang (RUU)
               Ekstradisi yang diajukan Hong Kong kepada China belum menemukan titik terang.

               "Kalau lihat dari cara bagaimana polisi memperlakukan, itu represi politik," kata Anis
               saat berbincang dengan kumparan di kantor LPSK, Jakarta, Kamis lalu (5/12/2019).

               Yuli sendiri dipulangkan pada Senin lalu (2/12). Pemerintah Hong Kong beralasan
               masa berlaku visanya sudah habis. Memang visa Yuli sudah  habis pada 27 Juli 2019
               begitu pula dengan paspornya, telah kedaluwarsa pada Agustus 2019.

               Ia sempat menjalani persidangan dan ditahan selama 28 hari di  Castle Peak Bay
               Immigration Center. Dia didakwa menyalahi izin tinggal.

               Anis menjelaskan biasanya kasus overstay buruh migran tidak ditindaklanjuti
               dengan deportasi, majikan cukup mengajukan permohonan perpanjangan visa
               untuk pekerjanya dan membayar denda. Apalagi Yuli sudah 12 tahun merantau ke
               Hong Kong dan masih memegang kontrak kerja dengan majikan selama 2 tahun
               sejak Januari 2019.


               Namun ia tetap mewanti-wanti kepada buruh migran agar tak lalai soal
               perpanjangan visa dan paspor. Menurutnya pemerintah Hong Kong akan mencari
               celah apapun untuk mencari kesalahan jika menyangkut politik dan citra
               pemerintahan.

               "Jadi pelajaran berharga bagi teman-teman yang aktif menyuarakan demokrasi,
               HAM di negara orang, itu harus memperhatikan betul dokumen tinggal. Visa,
               macam-macam," kata lulusan Pascasarjana Hukum Internasional UGM itu.









                                                      Page 142 of 176.
   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148