Page 138 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 138
"Saya mengikuti media tersebut, dan memang kami selalu mencari berita di mana
akan ada aksi," kata Aminah kepada kumparan melalui aplikasi pesan WhatsApp.
"(Migran Pos) sangat membantu kawan buruh migran, biar saat liburan bisa mencari
tempat aman dan jauh dari kerumunan orang demo, demi keselamatan kami juga."
Begitu juga dengan Lusya, PRT lain yang sudah tinggal di Hong Kong selama 10
tahun. Menurutnya, justru karena dibuat oleh sesama buruh migran di Hong Kong,
ia lebih bisa mempercayai berita yang dibacanya. "Kalau dari Migran Pos yang
update, kita percaya sekali," ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis (12/12).
Aktivitas Yuli mewartakan apa yang terjadi di Hong Kong juga sempat ditulis oleh
surat kabar lokal, Ming Pao. Di situ, Yuli bercerita soal bagaimana ia sempat dipukul
oleh warga lokal dan diteriaki oleh aparat karena mengambil foto mereka sementara
ia tak menggunakan rompi keselamatan yang biasanya dipakai wartawan. Di artikel
tersebut, ia bilang, "Saya takut untuk memakai rompi tersebut dan disebut
wartawan palsu, sementara kegiatan saya ini bukanlah kerja profesional (tidak
dibayar)."
Nahas baginya, menurut Yuli sendiri, justru artikel di Ming Pao tersebutlah yang
membuat dirinya ditangkap. "Kami berpraduga, proses penangkapan saya ini
sehubungan dengan aktivitas saya menulis yang saat itu, entah kebetulan atau
tidak, sedang viral di media lokal berbahasa Kantonese di Hong Kong," ujar Yuli saat
konferensi pers bersama AJI Surabaya, Selasa (3/12).
Sisa cerita Yuli kita tahu semata. Setelah ditangkap pada Senin (23/9) dan menjalani
pemeriksaan semalaman, Yuli diperbolehkan pulang dengan jaminan sebesar HKD
500. Dua hari setelahnya, ia diminta datang ke Departemen Imigrasi Kowloon Bay
untuk dilakukan 'penahanan semalam' meski batal dan hanya menambah uang
jaminan sebesar HKD 500.
Setelah itu, pada Senin (30/9) ia menjalani sidang pertama untuk pembacaan
tuntutan dan dituntut melakukan pelanggaran izin tinggal. Ia wajib lapor ke polisi
seminggu dua kali hingga pengadilan selanjutnya pada 4 November. Yuli juga
menambah uang jaminan menjadi HKD 2.000.
Di antara dua sidang itu, majikan Yuli bertanya pada Departemen Imigrasi Wan Chai
soal kasus PRT-nya. "Imigrasi Wan Chai mengkonfirmasi bahwa itu bukan kasus
besar, 'Cukup suruh pekerjamu ke sini membawa dokumen dan kami akan
memberikan visa baru,'" ujar Yuli menirukan pernyataan petugas imigrasi Wan Chai.
Namun, ketika majikannya berkata bahwa dokumen sudah ada di Imigrasi Kowloon
Bay dan Imigrasi Wan Chai mengkonfirmasi hal tersebut ke Kowloon, petugas dari
Wan Chai menyebut bahwa kasus Yuli adalah spesial tanpa menjelaskan lebih jauh.
Ia hanya meminta untuk mengikuti proses pengadilan baru membikin visa baru.
Page 137 of 176.

