Page 158 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 158
Title KEMENLU: KAMI HADIR DI SIDANG YULI RISWATI
Media Name kumparan.com
Pub. Date 13 Desember 2019
https://kumparan.com/kumparannews/kemenlu-kami-hadir-di-sidang-yuli-ri swati-
Page/URL
1sRAG7Vp63f
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
KEMENLU: KAMI HADIR DI SIDANG YULI RISWATI
Yuli Riswati, pekerja migran Indonesia di Hong Kong, menyanggah kehadiran
pemerintah dalam kasusnya. Yuli dipulangkan ke Surabaya pada 2 Desember 2019
dengan dakwaan telah melanggar peraturan keimigrasian karena visa kerjanya telah
kedaluwarsa sejak 27 Juli 2019.
Saat menghadapi kasusnya di Hong Kong, Yuli merasa tidak ada satupun pihak
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang mendampinginya dari awal dia
dijemput oleh pihak imigrasi di rumah majikannya.
"Jangankan hanya menawarkan bantuan atau menanyakan kabar saya, itu tidak ada
sama sekali. Jadi, kalau mereka sudah mengatakan sudah melakukan
pendampingan, memberi bantuan, menawarkan bantuan (tapi) ditolak, atau apapun
itu, saya menanyakan kapan dan di mana," ucap Yuli dengan tegas saat konferensi
pers di LBH Surabaya, Jumat (6/12).
Pernyataan Yuli bertolak belakang dengan ucapan pihak Kementerian Luar Negeri.
Direktur Perlindungan WNI & BHI Kemenlu, Judha Nugraha, mengklaim bahwa
pemerintah telah menjamin hak-hak Yuli selama kasusnya diproses terpenuhi.
Judha dengan tegas menyatakan, KJRI selalu hadir dalam persidangan Yuli yang
digelar selama dua kali. Menurut Judha, KJRI tidak menawarkan kuasa hukum
karena Yuli telah menunjuk kuasa hukumnya sendiri.
"Walaupun yang bersangkutan sudah memilih sendiri pengacaranya, kami tetap
hadir di sana untuk melakukan pendampingan dari sisi proses hukumnya secara
keseluruhan," ujar Judha di kantor Direktorat Perlindungan WNI & BHI, Kemenlu,
Jakarta Pusat, Kamis (5/12).
Seperti apa tanggapan Kemenlu terkait kasus Yuli? Berikut petikan lengkap
wawancara kumparan dengan Judha Nugraha.
Terkait kasus Yuli Riswati, laporan yang diterima Kemenlu seperti apa?
Pihak KJRI mendapatkan informasi bahwa saudari Yuli Riswati itu ditahan oleh pihak
imigrasi Hong Kong dengan tuduhan melanggar peraturan keimigrasian. Overstay,
yang bersangkutan tidak memperpanjang izin tinggalnya.
Lalu, KJRI melakukan pendampingan dengan hadir di persidangan yang
bersangkutan. Ini sebagai bentuk upaya KJRI untuk melindungi hak-hak yang
bersangkutan agar dipenuhi oleh sistem hukum setempat. Sebagaimana diketahui
kemudian, yang bersangkutan dalam persidangan terbukti bersalah karena
Page 157 of 176.

