Page 163 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 163

Title          YULI RISWATI: SAYA DIPAKSA MENYATAKAN INGIN DIPULANGKAN KE INDONESIA
               Media Name     kumparan.com
               Pub. Date      13 Desember 2019
                              https://kumparan.com/kumparannews/yuli-riswati-saya-dipaksa-menyatakan -ingin-
               Page/URL
                              dipulangkan-ke-indonesia-1sRANGsoKf4
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive
               YULI RISWATI: SAYA DIPAKSA MENYATAKAN INGIN
               DIPULANGKAN KE INDONESIA


               Yuli Riswati, buruh migran asal Jember yang telah lebih dari 10 tahun tinggal di
               Hong Kong ini, diminta menandatangani pernyataan yang menyatakan bahwa ia
               ingin dipulangkan ke Indonesia setelah 28 hari ditahan. Padahal Yuli, yang juga
               pendiri migranpos.com---media jurnalisme warga di Hong Kong berbahasa
               Indonesia, telah selesai menjalani dua kali persidangan akibat izin tinggalnya yang
               kedaluwarsa.

               Di antara jeda sidang pertama dan sidang lanjutan, Yuli dibantu pengacara yang
               disediakan sang majikan, berupaya menghubungi Department of Justice Hong Kong
               untuk menunjukkan bahwa kasusnya tak mesti melalui persidangan apalagi
               penahanan.

               "Department of Justice, tiga hari sebelum persidangan itu memberikan surat kepada
               pengacara bahwa Yuli tidak akan kami tuntut tapi dia harus mengaku bahwa dia
               sudah melanggar izin tinggal. Itu saja," ucap Yuli saat konferensi pers di Surabaya,
               Selasa (3/12). Putusan sidang pada 4 November pun hanya memperingatkan Yuli
               agar tak mengulangi kesalahan serupa dan jangan melanggar hukum. Tapi, meski ia
               telah mengakui kesalahan dan membayar biaya persidangan, kasusnya tak juga
               usai.

               Saat ia akan mengambil dokumennya ke Kantor Imigrasi Kowloon Bay, kasus Yuli
               ternyata dilimpahkan ke Castle Peak Bay Immigration Center (CIC). "Kasus
               pembantumu spesial," ucap Yuli menirukan ucapan pengacaranya kepada si
               majikan.

               Penggemar Haruki Murakami ini pun segera pergi ke CIC untuk mengetahui
               kelanjutan kasusnya. Setiba di sana, Yuli baru mengetahui bahwa ia harus ditahan
               padahal tak ada satu pun putusan pengadilan berkata begitu.

               "Kami berpraduga dan menghubungkan proses penangkapan saya sehubungan
               dengan aktivitas saya menulis, yang saat itu entah kebetulan atau tidak, sedang
               viral di media lokal berbahasa Kantonis di Hong Kong.

               Pada 19 September 2019, penerima Taiwan Literature Award for Migrants pada
               2018, ini memang sempat diwawancarai oleh mingpao.com. "Hong Kongers toil for
               freedom. Back home in Indonesia there is democracy, but it doesn't work well. It
               would be great if Indonesians, too, embody the Hong Kong spirit," ucap Yuli saat
               itu.






                                                      Page 162 of 176.
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168