Page 168 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 168

sana atau pekerja migran Indonesia di sana, apa toh yang terjadi di Hongkong?
               Tidak.


               Jadi mereka hanya melakukan imbauan melalui fanpage laman mereka di Facebook.
               Kayak hindari area demonstrasi, jangan memposting sesuatu yang provokatif di
               Facebook atau di media sosial kalian, tidak usah mengunggah foto ini. Hanya
               semacam itu.


               Itu kayak menimbulkan kegelisahan sendiri buat saya. Anak kecil aja dilarang,
               'Kamu nggak usah ke sana,' itu pasti tanya, 'Kenapa Bu saya nggak boleh ke sana?'
               Lha ini, kami secara PRT migran ya, kami ini orang dewasa. Paling nggak kan kami
               perlu tahu kenapa kami nggak boleh begini-begini. Jangan hanya diimbau, harusnya
               kami tuh juga dididik, dikasih tahu sebenarnya apa yang terjadi.

               Jadi Migran Pos mengambil bagian dari itu dengan risiko, secara otomatis, risikonya
               ya itu tadi kami harus datang ke tempat-tempat berbahaya, mengorbankan waktu
               kami, bukan hanya mengorbankan waktu tapi juga secara materi. Terus secara
               mental, ada juga yang membully kami, menganggap, 'Eh PRT, kita ini kan babu,
               nggak usahlah nulis-nulis soal kayak gitu. Itu kan isunya orang HK, apa urusannya
               dengan kita.' Tapi kami tidak terlalu menanggapinya dengan serius dan hanya
               berpikir bahwa mereka mengatakan itu karena mereka masih sebatas itu cara
               berpikirnya.

               Mereka itu bukan warga HK, memang hanya pendatang, dan memang hanya PRT
               migran. Tapi, mereka tinggal dan bekerja di HK, bukan orang yang datang pagi
               pulang sore. Mereka tuh tinggal di situ tuh sampai bulanan, tahunan. Otomatis
               untuk melindungi dirinya dan tetap bisa berkegiatan itu dengan mengetahui isu
               yang ada, memahami situasi terkini. Karena sebelumnya memang sangat terjadwal
               kan, demonya di sini akan di sini. Tapi pada perkembangannya ada yang jadwalnya
               di sini, kemudian larinya ke sana (area lain).

               Pernah Migran Pos memberitakan bahwa akan ada aksi di sini-sini-sini. Tapi kami
               tidak memberitakan bahwa di area Causeway Bay akan ada demonstrasi karena
               memang tidak jadwalnya. Sesuai jadwal yang ada di warga lokal, itu yang kami
               publikasikan. Ternyata banyak teman-teman PRT Migran yang sedang berada di
               Causeway Bay, berlibur di area Victoria Park, terpapar gas air mata. Ternyata para
               demonstran yang awalnya berdemo di tempat lain itu lari ke Causeway Bay, di situ
               terjadi bentrok, terjadi penembakan gas air mata.


               Apa dampak dari demonstrasi anti RUU Ekstradisi itu terhadap para
               pekerja migran di sana?


               Yang paling terasa buat teman-teman buruh migran, terutama buruh migran
               Indonesia, itu hari libur. Mereka notabene libur hari Minggu, dan notabene aksi
               demonstrasi itu mayoritas hari Minggu juga. Jadi sangat banyak mereka (buruh
               migran) yang tidak bisa libur karena ada demo. Ada banyak majikan yang nakal
               memanfaatkan kondisi itu untuk merampas hak libur pekerjanya. Jadi kayak diginiin,
               "Kamu nggak usah libur lah, kamu kerja aja di rumah. Di sana nanti bahaya, nanti



                                                      Page 167 of 176.
   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173