Page 170 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 170
Beberapa hari kemudian pihak imigrasi menghubungi saya lagi untuk datang ke
imigrasi karena mereka akan menahan saya sebelum persidangan kasus saya. Pada
tanggal 26 September, saya datang kembali ke imigrasi yang akan melakukan
investigasi terhadap saya, namanya Kowloon Bay Immigration Department, dengan
didampingi oleh pengacara.
Sesampainya di sana, saya dibawa ke tempat lain, ke imigrasi lain yang bernama Ma
Tau Kok Detention Center. Di situ tuh biasanya tempat untuk menahan orang-orang
yang berkasus sebelum dibawa ke persidangan. Tapi di situ saya ternyata tidak
ditahan, saya diwajibkan membayar jaminan 1.000 dolar Hong Kong. Kemudian
saya boleh kembali ke rumah majikan untuk persidangan lanjutan pada 30
September.
Selama saya menunggu sidang pada tanggal 30 September, saya diizinkan untuk
tinggal di tempat majikan. Dalam urusan tinggal ini, ketika mengalami kasus seperti
saya, tidak diperkenankan lagi untuk bekerja dan mendapatkan gaji. Jadi hanya
boleh tinggal karena statusnya tahanan luar.
Di sidang pertama saya hanya dibacakan dakwaan bahwa saya mengalami overstay.
Kemudian pihak pengadilan, hakim, menjadwalkan saya untuk sidang lanjutan satu
bulan kemudian. Tapi selama menunggu sidang lanjutan, saya diwajibkan lapor ke
kantor polisi selama seminggu dua kali pada jam 6 sore sampai jam 9 malam. Jadi
setiap Selasa dan Jumat saya wajib lapor ke kantor polisi.
Dalam jeda waktu itu, dokumen saya sudah ditahan Kantor Imigrasi Kowloon Bay.
Kemudian majikan dengan nasihat dari pengacara menghubungi Kantor Imigrasi
Wanchai. Dia menanyakan bahwa pembantunya sudah overstay selama satu bulan
lebih, apa yang harus dilakukan? Imigrasi Wanchai mengkonfirmasi bahwa itu bukan
kasus besar, cukup suruh pekerjamu ke sini membawa dokumen dan kami akan
memberikan visa baru. Jawabannya cuma semudah itu. Tapi kemudian majikan
menjawab, 'Masalahnya pembantuku sudah tidak punya dokumen, dokumennya
udah ditahan oleh imigrasi'.
Dari situ pihak Kantor Imigrasi Wanchai menelpon Kowloon Bay, lalu dia
menghubungi balik majikan dan mengatakan, 'Oh ternyata kasus pembantumu
spesial'. Nah di situ timbul kecurigaan kami apa yang dimaksud dengan spesial,
kenapa spesial. Dari situ kami mulai menghubungkan proses penangkapan saya
yang sehubungan dengan aktivitas saya menulis yang saat itu entah kebetulan atau
tidak sedang viral di media lokal berbahasa Kantonis di Hong Kong.
Empat hari sebelum petugas imigrasi mendatangi rumah majikan Yuli, media lokal
mingpao.com mempublikasikan wawancaranya bersama Yuli Riswati pada 19
September. Dalam wawancara itu, Yuli menyatakan dukungannya terhadap gerakan
pro-demokrasi di Hong Kong.
Majikan sudah dibilang untuk menunggu kasusnya selesai, baru pembantunya bisa
membuat visa. Jadi kita harapannya masih kayak, 'Ah ya udah selesai, nanti bisa
bikin visa lagi'. Kemudian menjalani sidang pada 4 November. Selama menunggu
Page 169 of 176.

