Page 172 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 172
Kemudian peristiwa kedua, ketika saya berada di dalam tahanan, teman-teman yang
mendukung saya dari NGO juga mengupayakan bagaimana agar saya bisa segera
keluar dari tahanan. Jadi mereka mengupayakan untuk meminta bantuan ke KJRI.
Agar mereka bisa bertemu dengan pihak KJRI, mengkonsultasikan masalah kami.
dan meminta bantuan hukum. Kemudian kami difasilitasi bertemu dengan konsuler
bagian ketenagakerjaan di sana yang bernama Erwin M. Akbar. Melalui Pak Erwin itu
teman-teman meminta bantuan KJRI untuk membuat surat yang intinya agar saya
lekas dibebaskan dan tidak ditahan.
Tapi pada faktanya KJRI menolak dan mengatakan kami tidak bisa membuat surat.
Katanya, 'Nanti saja, saya akan menghubungi imigrasi untuk menanyakan kasusnya
apa'. Hanya seperti itu. Sebatas itu. Udah gitu aja. Setelah itu tidak ada mengabari
saya, menanyakan saya, menghubungi saya, itu tidak ada.
Setelah dideportasi ini, apakah Anda juga di-blacklist oleh Hong Kong?
Saya memang diberitakannya dideportasi, tapi pada faktanya banyak kejanggalan.
Saya bukan dideportasi. Secara deportasi kayak orang, 'Kamu ta pulangin, kamu tak
blacklist ga bisa balik lagi'. Enggak. Saya dipaksa untuk membuat statement bahwa
saya yang menginginkan untuk dipulangkan ke Indonesia segera dan meminta pihak
imigrasi untuk mengatur pemulangan saya (itu pihak imigrasi di CIC).
Jadi pihak imigrasi Hong Kong bukan dengan semena-mena memulangkan saya.
Tidak. Jadi mereka dua kali memaksa saya membuat statement bahwa saya lah
yang menginginkan dipulangkan ke Indonesia dengan tujuan Surabaya dan saya
yang meminta pihak imigrasi untuk mengatur penerbangan saya.
Tentang blacklist, mereka tidak menyebutkan sama sekali soal itu. Bahkan ada poin
penting bahwa disitu, saya tanya kepada mereka bahwa saya pulang ke Indonesia
dan akan mengajukan aplikasi baru dari Indonesia. Mereka tidak melayani itu, dan
mereka bilang iya kamu dari Indonesia bisa mengajukan aplikasi baru. Berarti kalau
bisa mengajukan aplikasi baru kan enggak diblacklist.
Lalu apa rencana Anda untuk kedepannya?
Dengan kondisi saya saat ini, saya masih dalam masa pemulihan kesehatan dan
berobat, perlu banyak istirahat. Kondisi hukum dan kasus saya semua sudah
diserahkan kepada LBH Surabaya, jadi kuasa hukum saya akan memprosesnya.
Kemudian kalau rencana ke depan untuk sementara saya belum punya rencana
pasti, tapi pastinya melanjutkan sampai kasus ini selesai.
Hingga Kamis (12/12), Yuli Riswati telah membuat laporan pengaduan ke LP3TKI
pada Rabu (11/12) yang kemudian diteruskan ke BTNP2TKI. Selain itu, tim kuasa
hukum Yuli Riswati dari LBH Surabaya juga mengirimkan surat kepada Kementerian
Luar Negeri yang ditembuskan ke KJRI Hong kong dan pemerintah daerah Jember
dan Surabaya.
Page 171 of 176.

