Page 164 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 164

Setelah 28 hari ditahan dan dipaksa menandatangani pernyataan yang berbunyi
               bahwa dirinya minta dipulangkan, Yuli kembali ke Indonesia. Menggunakan pesawat
               Cathay Pacific CX 779 jurusan Hong Kong-Surabaya, Yuli tiba di Indonesia pada
               Selasa (3/12) pukul 17.50 WIB. Kedatanganya disambut hangat oleh teman-teman
               AJI Surabaya yang segera menyiapkan konferensi pers untuknya.

               Selang tiga hari, konferensi pers kedua digelar. Pada Jumat (6/12) siang itu,
               kumparan sengaja meminta waktu khusus untuk berbincang bersamanya. Hari itu,
               wajah Yuli tampak lelah. Matanya sayu dan sembap. Ia berkata kurang tidur sebab
               rasa cemas kerap menghantuinya.

               Berikut petikan perbincangan kami bersamanya mulai dari persoalan kesehatan fisik
               dan psikis setelah dideportasi termasuk aktivitasnya terdahulu di Hong Kong.

               Kapan pertama kali ke Hong Kong?

               Saya berprofesi sebagai pekerja rumah tangga migran di Hong Kong sudah lebih
               dari 10 tahun. Sejak tahun 2007, saat usia sekitar 26 tahun.


               Berprofesi sebagai pekerja rumah tangga, apa saja tugas yang biasa Anda
               lakukan?


               Sebagai pekerja rumah tangga hampir sama dengan kebanyakan teman-teman di
               sana. Kami biasanya menjaga anak dan menjaga para lansia. Tapi untuk
               tambahannya itu membersihkan rumah, belanja, memasak, dan tugas-tugas
               mendadak dari majikan.


               Saya pribadi lebih banyak menjaga lansia, dari pagi sampai malam ya sama lansia.
               Usia nenek yang saya rawat sekitar 89 tahun. Jadi dari bangun pagi nemenin dia ke
               taman untuk senam. Dia guru senam, kayak Tai Chi gitu, jadi saya diwajibkan ikut
               Tai Chi sama dia. Saya diwajibkan ikut, bareng para lansia.

               Kemudian pulang, bikin sarapan buat anaknya, cucunya, dan buat Mbahnya sendiri.
               Terus saya bersih-bersih rumah. Mbahnya istirahat. Terus ke pasar belanja, bikin
               makan siang buat Mbahnya, nyetrika dan sebagainya, sampai kemudian nyiapin
               makan malam untuk keluarga besar mereka. Sampai malam enggak ada jeda. Kayak
               umumnya pekerja rumah tangga (PRT) di Hong Kong.


               Selain berprofesi sebagai pekerja rumah tangga, ada aktivitas lainnya?

               Selain menjadi pekerja rumah tangga, saya memanfaatkan waktu libur dan luang
               untuk kegiatan menulis dan fotografi. Jadi kayak penyaluran hobi. Kadang juga naik
               gunung karena punya hobi hiking dan fotografi. Jadi kadang kalau lagi jalan-jalan ke
               mana, buat ngambil foto juga. Street photograph. Kemudian juga menulis, kayak
               mengulas tempat-tempat baik di Hong Kong, menulis kegiatan temen-temen BMI
               (Buruh Migran Indonesia) di sana.

               Sejak kapan Anda mulai menulis?





                                                      Page 163 of 176.
   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169