Page 32 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 32

Title          PADMA DESAK MENAKER MEMPERCEPAT MOU DENGAN MALAYSIA
               Media Name     beritasatu.com
               Pub. Date      15 Desember 2019
                              https://www.beritasatu.com/ekonomi/590831/padma-desak-menaker-memperce pat-
               Page/URL
                              mou-dengan-malaysia
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Pemerintah Indonesia dan Malaysia berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan
               bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia. Keduanya juga
               berkomitmen untuk menyelesaikan sejumlah prosedur penempatan dan
               perlindungan PMI yang belum terselesaikan.

               Komitmen tersebut terungkap dalam pertemuan Menteri Ketenagakerjaan, Ida
               Fauziyah dan Menteri Dalam Negeri Kerajaan Malaysia, Tan Sri Dato' Hj. Muhyiddin
               bin Hj. Mohd. Yassin, di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

               Beberapa poin penting yang penting dibicarakan yaitu kebijakan imigrasi seperti
               Foreign Worker Centralized Management System (FWCMS), e-VDR (Visa Dengan
               Rujukan), Imigration Security Clereance (ISC), usulan Indonesia dalam draft MoU
               yang mencakup inisiasi penempatan melalui mekanisme One Channel Recruitment.
               Kebijakan One Channel dalam rekrutmen ini sangat penting bagi Indonesia dan
               Malaysia agar semua proses terkonsolidasi, terkoordinasi, dan terdata dengan baik.

               Direktur Eksekutif Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma)
               Indonesia, Gabriel Goa di Jakarta, Minggu (15/12/2019) mengatakan, ia
               mengapresiasi upaya Menaker untuk membuat Revisi MoU Penempatan dan
               Perlindungan PMI ke Malaysia yang telah berakhir sejak 2015. Termasuk upaya
               membuat layanan One Channel dalam upaya perlindungan PMI agar semua proses
               terkonsolidasi, terkoordinasi, dan terdata dengan baik. Karena itu, Gabriel mendesak
               agar Menaker segera mempercepat MoU dengan Malaysia," ujar Gabriel.

               Gabriel menjelaskan, Ida telah mendapat masukan yang salah terkait rencananya
               untuk mengevaluasi kebijakan imigrasi Malaysia seperti FWCMS, e-VDR (Visa
               Dengan Rujukan), dan ISC terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI). Karena itu
               ,sebagai mitra kerja, pihaknya berkewajiban memberi masukan kepada Menaker.

               Menurut Gabriel, pihaknya mengetahui persis bahwa sebenarnya ada tiga kebijakan
               FWCMS, ISC dan One Stop Service yang harus dibahas. "Sayangnya si pembisik
               hanya menyampaikan dua kebijakan dan melupakan One Stop Service," beber
               Gabriel.
               Dia mengungkapkan, menurut penelusuran Padma, posisi Indonesia justru
               diuntungkan dengan adanya pengetatan dokumen terkait PMI yang akan ke
               Malaysia.

               Dia menjelaskan, sebelum ada FWCMS, e-VDR dan ISC, PMI berangkat melalui visa



                                                       Page 31 of 176.
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37