Page 33 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 33

kunjungan dan setelah tiba di Malaysia baru dirus visa kerjanya oleh majikan
               sehingga perlindungan PMI tidak terjamin.

               Dengan adanya kebijakan FWCMS, proses visa bisa 1-3 hari yang sebelumnya
               mencapai tiga bulan. Hal ini berarti, PMI tidak perlu menunggu lama di
               penampungan, dan cepat berangkat ke Malaysia berikut kompetensi yang
               dipersyaratnya tentu sudah didapatkannya.

               Keuntungan dengan adanya ISC, dapat mendeteksi lebih dini status PMI sebelum
               diberangkatkan ke Malaysia. Jika dari deteksi ini diketahui PMI itu sudah black list,
               maka prosesnya tidak dilanjutkan.

               Gabril melanjutkan, dari perhitungannya sebelum adanya pengetatan imigrasi ini,
               kerugian majikan ini sekitar Rp 25 juta per PMI. Selain itu, tanpa pengetatan
               imigrasi, kalaupun ada PMI yang berhasil masuk dan bekerja di Malaysia, karena
               tidak kompeten, akan menjadi sumber kekerasan majikan karena kesal sudah
               membayar mahal PMI untuk datang ke Malaysia.

               Data ISC yang kami dapat mencatat tahun 2018 yang berhasil mendapat lulus tes
               sidik jari di Indonesia di kantor ISC di Indonesia yaitu 86.405 (95%) sementara
               yang gagal 4.432 (5%). Di tahun 2019, jumlah yang berhasil tes sidik jari yaitu
               74.167 (94%) dan yang gagal 4.608 (6%). "Dari data ISC selama 2 tahun ini kita
               melihat ada 9.040 PMI gagal tes sidik jari. Ini berarti, P3MI tidak perlu melanjutkan
               proses selanjutnya," papar Gabriel.

               Gabriel mencontohkan, sebelum berangkat setiap PMI wajib direkam datanya
               melalui biometrik di kantor-kantor ISC dan kantor P3MI di seluruh Indonesia. Nah,
               setelah dicek datanya PMI itu bermasalah, maka hari itu juga PMI tidak akan
               mendapatkan visa, Ini berarti Perusahaan Penempatan PMI tidak perlu melanjutkan
               proses dokumennya.

               Masukan MoU

               Direkrut Padma melanjutkan terkait MoU yang diharapkan tahun 2020 akan segera
               dilakukan ada beberapa point yang perlu dimasukkan.

               Pertama, yaitu evaluasi kebijakan pengurusan visa di kedutaan Malaysia melalui
               lembaga bernama OMNI yang meminta biaya pengantaran dokumen (one stop
               service) sebesar Rp 1 juta bagi PMI.

               Padma meminta agar Menaker meminta pemerintah Malaysia agar mencabut izin
               one stop service karena hal ini merugikan P3MI. Apalagi one stop service selama
               beroperasi lebih dari 5 tahun lebih ini setiap diundang rapat BNP2TKI maupun
               Kemanaker tidak pernah mau hadir.

               "One stop service ini jelas dikelola oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
               Sayangnya, orang dalam Menaker tidak memberi tahu bu Menteri Ida soal ini agar



                                                       Page 32 of 176.
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38