Page 34 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 34
menjadi bahan pembicaraan dengan Menteri KDN Tan Sri Dato' Hj. Muhyiddin.
Padahal OMNI gak lebih cuma calo saja," tegas Gabriel.
Double Medical Check Up
Kedua, Padma mengharapkan agar dalam pengurusan sertifikasi kesehatan ini
cukup dilakukan di Indonesia saja dan tidak perlu ada pengetesan ulang PMI ketika
tiba di Malaysia. Ini soal kedaulatan negara karena jika kebijakan ini terus
dipertahankan kredebilitas dunia kedokteran kita akan mendapat imej sedang dalam
masalah.
Ketiga, soal perlindungan PMI, Gabrile meminta agar Menaker memanfaatkan
forum-forum regional di ASEAN maupun forum Multilateral negara-negara pengirim
pekerja ke Malaysia untuk merumuskan dokumen bersama perlindungan pekerja
migran di Malaysia.
Diplomasi perlindungan bersama ini akan terbukti lebih efektif jika Indonesia
merumuskan besama perlindungan buruh migran di Malaysia dengan negara-negara
sending workers seperti Vietnam, Kamboja, Myanmar, Srilangka, Bangladesh dan
India.
Gabriel menilai, revisi pembaharuan MoU ini diperlukan menyusul adanya PMI yang
bermasalah di Negeri Jiran itu mulai dari bekerja tanpa izin sah, terlibat kasus
hukum, hingga korban penyiksaan atau eksploitasi.
"Hingga akhir 2019, kita mencatat ada 116 pekerja dari NTT yang meninggal.
Setelah MoU yang diperkuat dengan dokumen perlindungan pekerja migran kita
berharap tidak ada lagi kasus kekerasan PMI di negeri Jiran," pungkas Gabriel.
Page 33 of 176.

