Page 127 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 127
dukungan penuh terhadap pelaksanaan program perlindungan jaminan sosial oleh
BPJAMSOSTEK.
BPJAMSOSTEK juga mendorong kepesertaan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU)
dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) melalui inisiatif PERISAI (Penggerak
Jaminan Sosial Indonesia), sebuah inovasi perluasan kepesertaan dengan skema
keagenan. Terhitung sejak 2017 sampai dengan akhir Desember 2019, PERISAI ini
telah berkontribusi positif terhadap kepesertaan sebesar 1,1 juta peserta dengan
total iuran Rp159,2 miliar yang dilakukan oleh 6.241 PERISAI aktif yang tersebar di
seluruh Indonesia. Selain fokus pada pekerja di dalam negeri, BPJAMSOSTEK juga
memberikan perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI). Perlindungan
kepada para PMI ini dimulai sejak masa persiapan kerja, penempatan kerja, hingga
kembali ke tanah air selepas kontrak kerja berakhir. BPJAMSOSTEK terus berupaya
melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para PMI agar menyadari pentingnya
perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam melakukan pekerjaan sehari-
hari. Terhitung Desember 2019, sebanyak 544,5 ribu PMI telah terlindungi oleh
program BPJAMSOSTEK dengan nilai iuran mencapai Rp101,8 miliar.
Kinerja Pengelolaan Dana
Dari sisi penerimaan iuran, sepanjang tahun 2019 BPJAMSOSTEK berhasil
membukukan penambahan iuran sebesar Rp73,1 triliun. Iuran tersebut ditambah
pengelolaan investasi berkontribusi pada peningkatan dana kelolaan mencapai
Rp431,9 triliun pada akhir Desember 2019. BPJAMSOSTEK juga mencatatkan hasil
investasi sebesar Rp29,2 triliun, dengan Yield on Investment (YOI) yang didapat
sebesar 7,34 persen atau lebih tinggi dari kinerja IHSG yang mencapai 1,7 persen.
Agus mengutarakan investasi BPJAMSOSTEK dilaksanakan berdasarkan PP No. 99
tahun 2013 dan PP No. 55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen
investasi yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya. Ada juga
Peraturan OJK No. 1 tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan pada Surat
Berharga Negara sebesar minimal 50 persen.
"Untuk alokasi dana investasi, BPJAMSOSTEK menempatkan sebesar 60 persen pada
surat utang, 19 persen saham, 11 persen deposito, sembilan persen reksadana, dan
investasi langsung sebesar 1 persen," tuturnya.
"Kondisi pasar investasi global dan regional tentunya memiliki pengaruh pada hasil
investasi yang diraih oleh industri jasa keuangan pada tahun 2019, terutama
asuransi. Tapi kami telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed
income hingga mencapai 71 persen dari total portofolio, sehingga tidak terpengaruh
langsung dengan fluktuasi IHSG," ujar Agus
Agus juga memastikan dana pekerja terjamin kemanannya dan dikelola dengan
baik. Karena, BPJAMSOSTEK hanya menempatkan dana investasi sesuai regulasi
dan menekankan pada kehati-hatian untuk mendapatkan return yang optimal.
Agus mencontohkan pada investasi saham, mayoritas merupakan saham kategori
Page 126 of 186.

