Page 130 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 130

Title          PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) YANG SESUAI PROSEDUR, BERHAK DAPAT SANTUNAN
                              BPJAMSOSTEK
               Media Name     pikiran-rakyat.com
               Pub. Date      31 Januari 2020
               Page/URL       https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-01335839/pekerja-migran -indonesia-
                              pmi-yang-sesuai-prosedur-berhak-dapat-santunan-bpjamsostek
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive











               Pekerja Migran Indonesia (PMI) memiliki hak jaminan sosial yang sama dengan
               tenaga kerja dalam negeri. Selama PMI menempatkan sesuai prosedur. Seperti yang
               dialami almarhumah Rinisa, PMI asal Indramayu yang meninggal dunia tahun 1991
               di Malaysia karena sakit. Almarhumah menerima santunan dari BPJamsostek
               sebesar Rp 85 juta.

               Santunannya diberikan BPJamsostek Kantor Cabang Bandung Suci, kepada ahli
               waris Rasto (53 tahun) sebagai ayah kandung almarhumah Rinisa, PMI asal Desa
               Rambat Wetan, Kecamatan Sindang, Indramayu. Santunan Jaminan Kematian
               BPJamsostek diserahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat,
               Mochamad Ade Afriandi, MT., disaksikan Deputi Direktur Wilayah Jawa Barat
               BPJamsostek M. Yamin Pahlevi, Kadisnakertrans Kab. Indramayu, dan Kepala
               BPJamsostek Kantor Cabang Bandung Suci, Suhedi.

               Rinisa sebagai PMI terdaftar di negara penempatan Malaysia nomor referensi
               91863746714, bekerja di perusahaan Panasonic, dan terdaftar kepesertaan BPJS
               Ketenagakerjaan dari 28 Oktober 2018 - 28 Oktober 2020. Menurut Suhedi, sesuai
               amanat UU BPJS Ketenagakerjaan almarhumah Rinisa sebagai PMI prosedural,
               diberikan santunan jaminan kematian yang meninggal dunia di negara penempatan.
               Suhedi menjelaskan, Rinisa berangkat ke Malaysia untuk menjadi Buruh Pabrik pada
               November 2018 lalu melalui penyaluran TKI, PT Sudinar Artha.

               Kemudian, awal November 2019, warga Indramayu itu sakit hingga akhirnya
               meninggal di Hospital Shah Alam, Selangor, dengan penyebab kematian severe
               pneumonia with upper GI bleeding.

               Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun
               2018 tentang Jaminan Sosial Pekerja Migran Indonesia, dijelaskan pekerja migran
               berhak atas santunan kematian senilai Rp 85 juta, jika meninggal di negara
               penempatannya karena sakit atau mengalami kecelakaan kerja.

               "Perubahan lain dalam Permenaker itu adalah pemberian beasiswa bagi anak yang
               ditinggalkan peserta. Sebelumnya, hanya satu yang mendapatkan santunan
               beasiswa, kini menjadi dua orang," katanya.




                                                      Page 129 of 186.
   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135