Page 133 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 133
Badan ini juga mendorong kepesertaan bukan penerima upah (BPU) dan usaha kecil
mikro dan menengah (UMKM) melalui inisiatif Perisai (Penggerak Jaminan Sosial
Indonesia), sebuah inovasi perluasan kepesertaan dengan skema keagenan.
Terhitung 2017 hingga akhir Desember 2019, 6.241 agen Perisai telah merekrut 1,1
juta peserta dengan total iuran Rp159,2 miliar.
Selain fokus pada pekerja di dalam negeri, BPJsmsostek juga memberikan
perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI). Perlindungan kepada para
PMI ini dimulai sejak masa persiapan kerja, penempatan kerja, hingga kembali ke
Tanah Air selepas kontrak kerja berakhir.
Sosialisasi dan edukasi kepada para PMI dilakukan untuk paham tentang pentingnya
perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Terhitung Desember 2019, sebanyak
544,5 ribu PMI telah terlindungi oleh program BPJamsostek dengan nilai iuran
mencapai Rp101,8 miliar.
Pengelolaan dana Sepanjang 2019 BPJamsostek berhasil membukukan penambahan
iuran sebesar Rp73,1 triliun sehingga dana kelolaan mencapai Rp431,9 triliun pada
akhir Desember 2019.
BPJamsostek juga mencatatkan hasil investasi sebesar Rp29,2 triliun, dengan yield
on investment (yoi) yang didapat sebesar 7,34 persen atau lebih tinggi dari kinerja
IHSG yang mencapai 1,7 persen.
Agus menyatakan investasi dilaksanakan berdasarkan PP No.99 Tahun 2013 dan PP
No.55 Tahun 2015 yang mengatur jenis instrumen investasi yang diperbolehkan dan
batasannya. Ada juga Peraturan OJK No.1 Tahun 2016 yang juga mengharuskan
penempatan pada Surat Berharga Negara sebesar minimal 50 persen.
"BPJamsostek menempatkan sebesar 60 persen pada surat utang, 19 persen saham,
11 persen deposito, 9 persen reksadana, dan investasi langsung sebesar 1 persen,"
kata Agus.
"Kondisi pasar investasi global dan regional tentu memiliki pengaruh pada hasil
investasi yang diraih oleh industri jasa keuangan pada Tahun 2019, terutama
asuransi. Tapi, kami telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed
income hingga mencapai 71 persen dari total portofolio, sehingga tidak terpengaruh
langsung dengan fluktuasi IHSG", ujar Agus Dia juga memastikan dana pekerja
terjamin keamanannya dan dikelola dengan baik, karena BPJamsostek hanya
menempatkan dana investasi sesuai regulasi dan menekankan pada kehati-hatian
untuk mendapatkan manfaat (return) yang optimal.
Agus mencontohkan pada investasi saham, mayoritas merupakan saham kategori
Blue Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98 persen. Namun, ada juga saham
yang pernah di LQ45, namun sudah keluar, seperti antara lain saham PGAS dan
ANTM. Jumlah saham non-LQ45 tersebut hanya sekitar 2 persen.
Page 132 of 186.

