Page 128 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 128

Blue Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98 persen. Namun ada juga saham
               yang pernah di LQ45, namun sudah keluar, seperti antara lain saham PGAS dan
               ANTM. Jumlah saham non LQ45 tersebut hanya sekitar dua persen besarannya dari
               total portofolio saham BPJAMSOSTEK.

               "Untuk saham, BPJAMSOSTEK hanya berinvestasi pada emiten BUMN, emiten
               dengan saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas
               yang baik dan memberikan dividen secara periodik. Tentunya faktor analisa
               fundamental dan review risiko menjadi pertimbangan utama dalam melakukan
               seleksi emiten. Jadi tidak ada investasi di saham yang biasa disebut saham
               gorengan," tegas Agus.

               Agus juga menjelaskan dengan kinerja pengelolaan dana diatas, sebagai badan
               hukum publik yang bersifat nirlaba, seluruh hasil pengelolaan dana dikembalikan
               kepada peserta, sehingga BPJAMSOSTEK dapat memberikan hasil pengembangan
               Jaminan Hari Tua (JHT) kepada pesertanya mencapai 6,08 persen p.a.

               Kinerja Pelayanan

               Sementara itu, sepanjang tahun 2019, pembayaran klaim atau jaminan yang
               dikucurkan BPJAMSOSTEK mengalami peningkatan sebesar 21,2 persen atau
               mencapai Rp29,2 triliun. Dengan perincian klaim untuk Jaminan Hari Tua (JHT)
               mencapai Rp26,6 triliun untuk 2,2 juta kasus, Jaminan Kematian (JKM) sebanyak
               31,3 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp858,4 miliar, Jaminan Kecelakaan Kerja
               (JKK) sebanyak 182,8 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp1,56 triliun, dan
               Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 39,7 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp118,33
               miliar.

               "Sepanjang Tahun 2019, program JKK juga melaksanakan manfaat RTW kepada
               901 orang peserta di mana sebanyak 748 orang sudah kembali bekerja," ujar Agus.
               Manfaat Return to Work (RTW) dari program JKK memastikan pekerja yang
               mengalami cacat sebagian tetap untuk mendapatkan kesempatan untuk bekerja
               lagi, baik dengan keterampilan baru, ataupun posisi yang baru di mana disabilitas
               yang diderita tidak mengganggu produktivitas kerja sehari-hari.

               "Untuk manfaat JKK-RTW ini, BPJAMSOSTEK tidak tanggung-tanggung memberikan
               manfaat sampai sembuh untuk pekerja yang mengalami kecelakaan kerja tanpa
               batasan biaya. Selain itu pekerja yang mengalami cacat sebagian juga akan
               diberikan pelatihan atau reskilling keterampilan baru agar tetap dapat terus
               berkarya meski dengan keterbatasan," tambah Agus.

               Untuk memastikan layanan terbaik bagi peserta, sampai dengan akhir Desember
               2019 BPJAMSOSTEK telah bekerja sama dengan 7.254 Pusat Layanan Kecelakaan
               Kerja (PLKK) dan Pusat Layanan Kembali Bekerja (PLKB) yang tersebar di seluruh
               Indonesia.

               Upaya BPJAMSOSTEK dalam memberikan manfaat yang optimal bagi peserta ini



                                                      Page 127 of 186.
   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133