Page 147 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JANUARI 2020
P. 147

Title          ATURAN SERTIFIKASI HALAL YANG IKUT TERKOREKSI OMNIBUS LAW
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      22 Januari 2020
                              https://www.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/20/01/22/q4h zwm409-
               Page/URL
                              aturan-sertifikasi-halal-yang-ikut-terkoreksi-omnibus-law
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive

               ATURAN SERTIFIKASI HALAL YANG IKUT TERKOREKSI OMNIBUS LAW

                Publik sempat dihebohkan oleh beredarnya draf Omnibus Law tentang Cipta
               Lapangan Kerja yang menghapus sejumlah pasal dalam UU Nomor 33 Tahun 2014
               tentang Jaminan Produk Halal. Dalam draf yang beredar di kalangan wartawan,
               Selasa (21/1), penghapusan tersebut tertulis dalam pasal 552 draf Omnibus Law
               Cipta Lapangan Kerja yang mengakibatkan sertifikasi halal sebuah produk tidak
               wajib hukumnya.

               "Dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," bunyi pasal 552 draf Omnibus Law Cipta
               Lapangan Kerja yang diterima Republika.co.id, Selasa (21/1).

               Pasal-pasal dalam UU 22/2014 yang dibuldoser oleh Omnibus Law adalah Pasal 4,
               Pasal 29, Pasal 42, dan Pasal 44.

               Namun, draf Omnibus Law yang beredar itu sudah dibantah oleh pemerintah.
               Menurut Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian Susiwijono, RUU tersebut bisa
               dipastikan bukan draf resmi dari pemerintah, sehingga tidak dapat
               dipertanggungjawabkan kebenarannya.

               Susiwijono menuturkan, draf RUU yang sedang dalam proses finalisasi berjudul
               Cipta Lapangan Kerja. Sedangkan, draf RUU yang beredar berjudul Penciptaan
               Lapangan Kerja.

               "Sudah dipastikan bukan dari pemerintah," tuturnya dalam siaran pers yang diterima
               Republika.co.id, Selasa (21/1).

               Selain itu, Susiwijono menamabahkan, Kemenko Bidang Perekonomian juga tidak
               pernah menyebarluaskan draf RUU Omnibus Law dalam bentuk apa pun sampai
               proses pembahasan selesai. Sesuai mekanisme penyusunan Undang-Undang (UU),
               Susiwijono mengatakan, pemerintah sudah merampungkan substansi RUU Cipta
               Lapangan Kerja. Draf itu juga telah diusulkan oleh Pemerintah kepada Badan
               Legislasi Nasional DPR RI untuk dicantumkan dalam Program Legislasi Nasional.

               "Berdasarkan informasi jadwal Sidang di DPR RI, hari ini DPR RI akan menetapkan
               Daftar Prolegnas Prioritas Tahun 2020," katanya.

               Setelah DPR RI menetapkan RUU Cipta Lapangan Kerja tercantum dalam Daftar
               Prolegnas Prioritas Tahun 2020, pemerintah segera menyiapkan Surat Presiden
               (Surpres) kepada Ketua DPR RI.




                                                      Page 146 of 152.
   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152