Page 149 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JANUARI 2020
P. 149

draf yang kemudian abal-abal dalam artian belum ada draf resmi yang disampaikan
               oleh pemerintah ke DPR terkait dengan Omnibus Law," ujar Puan di Kompleks
               Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1).

               Puan mengaku tidak mengetahui asal muasal draf yang sempat beredar kemarin. Ia
               kembali menegaskan bahwa DPR RI belum menerima draf itu secara resmi dari
               pemerintah selaku pengusul.

               "Jadi kalau ada yang beredar itu saya enggak tahu dari mana asalnya atau Berasal
               dari mana sehingga kemudian menimbulkan salah persepsi ataupun spekulasi yang
               tidak mendasar," katanya.

               Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Rieke Dyah Pitaloka menyebut poin -
               poin dalam Omnibus Law masih bisa dibahas baik oleh parlemen maupun
               pemerintah. Pembahasan itu dinilai Rieke perlu apabila terdapat hal-hal yang
               menjadi sorotan publik.

               "Tidak menutup kemungkinan bahwa ada hal-hal yang harus dibahas lagi kalau itu
               menyangkut hal yang sangat urgent tidak ada larangan untuk membahasnya," ujar
               Rieke di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1).

               Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal
               (BPJPH) Mastuki menegaskan sertifikasi halal sifatnya tetap wajib. Menurutnya,
               kewajiban sertifikasi halal tidak dibahas di RUU Omnibus Law meski Undang-Undang
               Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) termasuk yang
               dibahas dalam RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

               Mastuki mengatakan, beberapa pasal di dalam UU JPH terdampak pembahasan
               penyusunan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Ia juga ikut terlibat dalam
               pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

               Ia menyampaikan, pembahasan yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang
               Perekonomian, Kementerian Keuangan dan kementerian/lembaga terkait ini sudah
               berlangsung hingga pertengahan Januari 2020. Omnibus Law dalam konteks
               jaminan produk halal ditekankan pada empat hal.

               "Pertama, penyederhanaan proses sertifikasi halal, RUU Omnibus Law ini
               semangatnya pada percepatan waktu proses sertifikasi halal di BPJPH, Majelis
               Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), jadi harus ada
               kepastian waktu," kata Mastuki melalui pesan tertulis kepada Republika.co.id, Selasa
               (21/1).

               Ia menjelaskan, yang kedua, pembebasan biaya sertifikasi halal bagi usaha mikro
               dan kecil (UMK). Istilah yang muncul dalam pembahasan RUU Omnibus Law adalah
               dinolrupiahkan. Sementara pada UU JPH sebelumnya menggunakan istilah fasilitas
               bagi UMK.




                                                      Page 148 of 152.
   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153