Page 250 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 250
Title KEMNAKER INVESTIGASI PELANGGARAN KETENAGAKERJAAN DALAM PEMBUANGAN
JENAZAH ABK INDONESIA
Media Name pikiran-rakyat.com
Pub. Date 08 Mei 2020
https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-01378631/kemnaker-inves tigasi-
Page/URL
pelanggaran-ketenagakerjaan-dalam-pembuangan-jenazah-abk-indone sia
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kementerian Ketenagakerjaan masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman
terhadap kasus jenazah Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang dilarung ke laut
oleh sebuah kapal asal Tiongkok. Kemnaker akan fokus melakukan investigasi pada
aspek-aspek ketenagakerjaan.
"Kita juga terus melakukan koordinasi dengan Kemlu, KKP, dan KemHub mengingat
kejadian ini terjadi di luar negeri," kata Plt. Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga
Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta PKK) Kemnaker, Aris Wahyudi
melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta, Kamis 7 Mei 2020.
Aris menjelaskan, fokus yang dilakukan Kementerian Kenatenagakerjaan adalah
investigasi pada aspek-aspek ketenagakerjaan. Yaitu pelanggaran hubungan kerja,
dan pelanggaran norma ketenagakerjaan, khususnya pelindungan pekerja migran
Indonesia.
Jenis-jenis pelanggaran yang akan diselidiki antara lain perizinan ketenagakerjaan,
syarat kerja dan izin hubungan kerja, terjadinya kerja paksa dan kekerasan di
tempat kerja, trafficking, potensi mempekerjakan pekerja anak, hingga sarana
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Kita tegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tidak akan mentolelir apabila
terdapat penyimpangan yang dilakukan oleh pihak perusahaan baik terkait proses
penempatan maupun pemenuhan hak pekerja. Kita akan melakukan tindakan tegas
sesuai ketentuan yang berlaku," kata Aris.
Sebagai informasi tambahan, pemberian izin penempatan bagi perusahaan untuk
ABK selama ini tidak sepenuhnya berada di Kemnaker (melalui SIP3MI/Surat Izin
Perusahaan Penempatan PMI), mengingat Kementerian Perhubungan (Cq. Ditjen
Hubla) juga mengeluarkan SIUPPAK (Surat Izin Usaha Perekrutan dan Penempatan
Awak Kapal) bagi agen penempatan yang biasa disebut maning agent.
"Untuk itu, kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami akan
memastikan aspek ketenagakerjaan dan hak-hak pekerja terpenuhi dan kasus ini
segera dapat diatasi dengan baik," tegas Aris.
Page 249 of 313.

