Page 253 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 253
Title DUGAAN PERBUDAKAN ABK TERJADI KARENA TATA KELOLA KETENAGAKERJAAN DINILAI
BURUK
Media Name kumparan.com
Pub. Date 08 Mei 2020
https://kumparan.com/kumparannews/dugaan-perbudakan-abk-terjadi-karena -tata-
Page/URL
kelola-ketenagakerjaan-dinilai-buruk-1tNABMwmgHz/full
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Pengamat hubungan internasional, Shofwan Al Banna Choiruzzad menilai, adanya
kasus dugaan perbudakan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, menandakan
buruknya tata kelola ketenagakerjaan yang dijalankan pemerintah. Hal itu dia
sampaikan saat menanggapi kasus dugaan perbudakan ABK WNI kapal berbendera
China baru-baru ini.
"Ini kenapa bisa begini, karena tata kelola ketenagakerjaan kita, termasuk dalam
pengiriman dan monitoring ABK tidak baik. Ada masalah TKI, ABK, dan macam-
macam," ungkap Shofwan kepada kumparan, Kamis (7/5).
Dia mengkritik peran Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI sebagai pihak
yang luput mengantisipasi permasalahan TKI di luar negeri. Karena itu, Kementerian
Luar Negeri (Kemlu) akhirnya harus mengurus banyak permasalahan TKI.
Shofwan menjelaskan, kasus perbudakan ABK bukan pertama kalinya terjadi. Sejak
lama kasus ini sudah ada, dan pemerintah tak kunjung bisa mengoptimalkan
perlindungan terhadap para pekerja tersebut.
"Kemlu jadinya cuci piring aja. Jadi posisi Kementerian Ketenagakerjaan, ya,
perbaikan tata kelola pengiriman ABK, pemantauan mereka, dan seterusnya," kata
Shofwan.
"Kenapa kemudian orang pergi keluar bisa paspornya ditahan, sampai disiksa,
artinya kan tata kelola ketenagakerjaan kita buruk," imbuhnya.
Maka itu, dia menekankan perlunya perbaikan kinerja Kemenaker kedepannya, agar
kasus semisal perbudakan ABK tak lagi terjadi. Perbaikan itu bisa dimulai dari sisi
pendataan terhadap tenaga kerja secara lengkap dan akurat.
Page 252 of 313.

