Page 256 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 256

Dari dialog tersebut, lanjut Ida, pengusaha dan pekerja dapat menyepakati
               beberapa opsi, yakni:


               Bila perusahaan tidak dapat membayar THR secara penuh pada waktu yang diatur
               dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku, maka pembayaran THR dapat
               dilakukan secara bertahap.

               Bila perusahaan tidak mampu membayar sama sekali THR pada waktu yang
               ditentukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka pembayaran
               THR dapat ditunda sampai dengan jangka waktu tertentu yang disepakati.


               Pengusaha dan pekerja juga dapat menyepakati waktu dan tata cara pengenaan
               denda keterlambatan pembayaran THR keagamaan.

               Untuk memastikan proses pengawasan, Menaker meminta kesepakatan pengusaha
               dan pekerja harus dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan setempat.

               Ida menekankan, kesepakatan mengenai waktu dan cara pembayaran THR
               keagamaan dan denda, di luar yang sudah ditetapkan peraturan perundang-
               undangan, tidak menghilangkan kewajiban pengusaha membayar THR.

               Serikat Pekerja Menolak

               Menanggapi aturan itu, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak
               dikeluarkannya surat edaran tersebut. Presiden KSPI Said Iqbal menilai, adanya
               penundaan pembayaran THR berpotensi tidak membayar THR seutuhnya.

               Padahal berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13
               Tahun 2003 dan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan,
               setiap pengusaha wajib membayar THR 100 persen bagi pekerja yang memiliki
               masa kerja di atas 1 tahun.


               Adapun bagi yang masa kerjanya di bawah satu tahun, maka upahnya dibayarkan
               proporsional sesuai masa kerjanya.

               "Oleh karena itu, KSPI menolak keras surat edaran menaker tentang THR tersebut
               karena bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015
               tentang pengupahan," uraiannya melalui keterangan tertulis seperti yang dikutip
               kumparan, Rabu (7/5).


               Said Iqbal menambahkan, PP Nomor 78 Tahun 2015 mengatur kewajiban
               pengusaha untuk membayar THR minimal satu bulan upah tersebut.

               "KSPI berpendapat, THR harus dibayar 100 persen bagi buruh yang masuk bekerja,
               buruh yang diliburkan sementara karena COVID-19, buruh yang dirumahkan karena
               COVID-19, maupun buruh yang di PHK dalam rentang waktu H-30 dari lebaran,"
               tegas Said Iqbal.







                                                      Page 255 of 313.
   251   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261