Page 290 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 290

Title          BURUH NILAI ATURAN SOAL BOLEH TUNDA BAYAR THR BUKTI KEGAGALAN MENAKER
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      08 Mei 2020
                              https://nasional.kompas.com/read/2020/05/08/12550801/buruh-nilai-atura n-soal-boleh-
               Page/URL
                              tunda-bayar-thr-bukti-kegagalan-menaker
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) menolak Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan
               tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan 2020 di
               Perusahaan dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

               "Kami secara organisasi menolak SE Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 karena SE
               tersebut justru memberi celah kepada pengusaha untuk menunda atau tidak
               membayar THR kepada buruh," kata Ketua Umum FBLP Jumisih dalam keterangan
               tertulis, Jumat (8/5/2020).


               Jumisih menyebutkan, Menaker Ida Fauziyah tak bisa belajar dari kegagalan
               pemerintah yang tak mampu mengantisipasi terjadinya gelombang PHK saat
               pandemi Covid-19 mendera.

               Padahal, saat gelombang PHK terjadi, Menaker telah menerbitkan SE bernomor
               M/3/HK/04/III/2020 tentang Perlindungan Pekerja/Buruh dan Kelangsungan Usaha
               dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 yang ditandatangani pada
               17 Maret 2020.

               Dengan merujuk fakta adanya gelombang PHK tersebut, Jumisih pun menuding
               Menaker tak mampu melihat kenyataan di lapangan.

               "Menaker begitu enggan dalam melihat kenyataan bahwa kepemilikan sumber daya
               ekonomi tidak bisa diimbangi dengan himbauan-himbauan tanpa ketegasan," kata
               Jumisih.

               Menurut dia, selama ini perusahaan terus berdalih terkendala cash flow dalam
               pembayaran hak-hak buruh.

               Hal itu diperparah dengan sikap negara yang seakan-akan sekadar duduk manis
               tanpa mengintervensi perusahaan untuk melakukan pembuktian adanya kendala
               cash flow.

               Jumisih menuturkan, tidak logis jika perusahaan yang sudah meraup untung
               bertahun-tahun dari keringat buruh justru kehilangan kemampuan finansialnya
               hanya karena berhenti berproduksi selama satu bulan lebih.

               Di sisi lain, dengan adanya kebijakan diperbolehkannya perusahaan menunda
               pencairan THR, maka hal itu sebagai tindakan diskriminasi negara terhadap buruh.



                                                      Page 289 of 313.
   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294   295