Page 289 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 289

Kabar teranyar datang dari Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah tenaga kerja yang
               dirumahkan dan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat wabah corona
               kini sudah tembus 2 juta orang.


               Pada 20 April 2020, terdapat 2.084.593 pekerja yang dirumahkan dan terkena PHK.
               Itu berasal dari 116.370 perusahaan yang kegiatan usahanya terdampak pandemi
               Covid-19.


               Jika dirincikan, terdapat 1.304.777 pekerja dari sektor formal yang dirumahkan oleh
               43.690 perusahaan. Sementara untuk pekerja formal yang terkena PHK jumlahnya
               mencapai 241.431 orang yang berasal dari 41.236 perusahaan.


               Sektor informal juga terkena getah penyebaran Covid-19. Berdasarkan catatan
               Kementerian Ketenagakerjaan, ada sebanyak 538.385 pekerja yang kehilangan
               pekerjaan dari 31.444 perusahaan atau UMKM.

               Jumlah tersebut bisa saja bertambah jika wabah virus corona tak kunjung usai.
               Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahkan mengatakan, dalam skenario
               terberat yang dimiliki pemerintah, tingkat pengangguran di Indonesia bisa mencapai
               5,2 juta orang.

               "Pengangguran yang selama 5 tahun terakhir turun akan naik. Kalau berdasarkan
               skenario berat ada kenaikan 2,9 juta orang, dan bisa lebih berat jadi 5,2 juta
               orang," ungkap dia.

               Berkaca pada situasi tersebut, Sri Mulyani mengutarakan, pemerintah kini tengah
               menggeber pelaksanaan program Kartu Prakerja. Sasaran program ini adalah 5,6
               juta masyarakat yang terdampak PHK.

               Sri Mulyani tak mengelak bahwa Kartu Prakerja untuk sementara telah beralih
               menjadi program semi bantuan sosial (bansos). Namun semangat yang digalakan
               tidak berubah, yakni untuk bisa memberikan pelatihan kerja secara online.

               "Desainnya memang alami perubahan, tapi tetap dipertahankan semangat awal
               yakni berikan kesempatan bagi tenaga kerja untuk bisa mendapatkan tambahan skill
               melalui online dan offline. Jadi yang sekarang diluncurkan memang yang sifatnya
               online karena sesuai situasi PSBB," urainya.


               Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, seiring dengan
               meluasnya dampak pandemi, pemerintah menambah jumlah penerima manfaat dan
               juga anggaran yang akan digunakan untuk membiayai pelatihan.


               "Seiring antisipasi naiknya PHK akibat Covid-19 dan pekerja dirumahkan, maka
               untuk Kartu Prakerja jadi semi bansos yang anggarannya dinaikan dari Rp 10 triliun
               ke Rp 20 triliun. Coverage (peserta Kartu Prakerja) dari 2 juta (orang) ke 5,6 juta
               (orang)," tandasnya..








                                                      Page 288 of 313.
   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294