Page 285 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 285
Title BENARKAH TERJADI PERBUDAKAN WNI DI KAPAL CINA?
Media Name jpnn.com
Pub. Date 08 Mei 2020
Page/URL https://www.jpnn.com/news/benarkah-terjadi-perbudakan-wni-di-kapal-cin a
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur
Wahid meminta Kementerian Luar Negeri melakukan investigasi terkait laporan
media Korea Selatan seputar dugaan diskriminasi dan perbudakan, serta
pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap warga negara Indonesia (WNI)
yang bekerja di kapal berbendera China.
"Ini harus diusut secara tuntas. Kemenlu bisa bekerja sama dengan otoritas Korea
Selatan atau komunitas internasional terkait lainnya," kata HNW, sapaan akrab
Hidayat Nur Wahid, melalui siaran pers yang disampaikannya di Jakarta, Kamis
(7/6).
Apalagi, kata dia, kekerasan yang terjadi ditengarai telah menimbulkan korban
kematian yang jenazahnya "dibuang" ke laut.
Sekalipun ada peraturan perundangan internasional soal penanganan jenazah saat
pelayaran kapal, lanjut dia, apabila hasil investigasi menunjukkan bahwa
pemberitaan tersebut benar maka pemerintah Indonesia perlu mengambil langkah
serius untuk memproses secara hukum dugaan perbudakan atau pelanggaran HAM
terhadap WNI pekerja migran tersebut.
"Apabila benar, ini harus serius diproses secara hukum berdasarkan aturan yang
berlaku, sebagai bukti hadirnya negara untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia,"
kata HNW yang juga anggota DPR RI itu.
Lebih lanjut, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mengingatkan bahwa
tugas pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemenlu memiliki tanggung jawab untuk
melindungi seluruh WNI yang berada di luar negeri.
Menurut dia, dugaan kasus perbudakan seperti yang diberitakan media Korsel
tersebut jelas-jelas telah mencoreng wajah seluruh bangsa Indonesia.
Ia sangat menyayangkan peristiwa tersebut yang seakan kontras dengan perlakuan
pemerintah Republik Indonesia terhadap pekerja asal China yang datang ke
Indonesia.
Page 284 of 313.

