Page 282 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 282
global yang disampaikan IMF pada rilis World Economic Outlook. Oleh karena itu,
harapan pekerja untuk mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dipastikan sulit
terealisir. Kalau THR saja terasa berat, apalagi mendapatkan bonus dan insentif
seperti yang diterima dalam kondisi ekonomi normal.
Jadi, sangat berat bagi pemerintah memerintahkan dunia usaha dan industri untuk
menepati janji hubungan industrial dengan membayarkan THR, bonus, dan insentif
karena memang situasinya sangat tidak memungkinkan. Oleh karena itu, di saat
seperti ini alangkah baiknya jika semua pihak harus dapat menahan diri dan tidak
memaksakan kehendak atas tuntutannya karena memang kondisinya sangat tidak
memungkinkan.
Kesadaran
Oleh karena itu, beralasan kalau kemudian ada usulan agar pemerintah membuat
regulasi tentang asuransi pesangon. Hal ini disampaikan oleh tiga ketua serikat
buruh yaitu Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi
Gani Nena Wea, Presiden KSPISai d Iqbal dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh
Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Slaban. Argumentasi yang mendasari agar
kaum pekerja buruh dan industri tidak ada yang dirugikan akibat kasus seperti ini,
sementara pesangon itu sendiri adalah hak pekerja.
Argumentasi tersebut tentu beralasan karena mengacu data International Labor
Organization (ILO) sekitar 2,7 miliar pekerja dunia terdampak sebaran virus Korona.
Identifikasinya mulai dari pengurangan jam kerja, dirumahkan, cuti tanpa gaji dan
PHK. Sektor terdampak adalah perdagangan ritel, manufaktur, real estate,
transportasi, dan pariwisata.
Page 281 of 313.

