Page 93 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 OKTOBER 2019
P. 93
Mengutip Data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran per Februari 2019
terlihat sudah membaik di angka 5,05 persen. Posisinya turun dibandingkan dengan
Februari 2018 yang mencapai 5,13 persen.
Jika pengangguran semakin banyak, maka bukan tidak mungkin kemiskinan akan
bertambah. Pasalnya, mereka yang terkena PHK belum tentu akan mendapatkan
pekerjaan pengganti secara cepat. Walhasil, mereka tidak bisa memperoleh penghasilan
rutin seperti biasanya dan bakal menghantam daya beli masyarakat.
"Mungkin maksudnya bagus untuk mengurangi perokok tapi perhatikan juga
industrinya, dilihat lagi dampaknya," kata Telisa.
Sebagai gambaran, BPS mencatat tingkat kemiskinan Indonesia pada Maret 2019
sebanyak 25,14 juta orang. Jumlahnya turun dibandingkan dengan September 2018
yang sebanyak 25,67 juta orang.
Kerek Inflasi Di sisi lain, Ekonom BCA David Sumual menilai kenaikan cukai bisa
mengerek inflasi tahun depan. Terlebih, pemerintah juga berencana menaikkan iuran
BPJS Kesehatan mulai 1 Januari 2020.
"Pemerintah harus berpikir dan menimbang untuk tidak sekaligus menaikkan harga-
harga yg lain. Ini kan isu rencana banyak, ada BPJS, terus ada tarif listrik, dan jalan
tol," papar David.
Kalau dinaikkan secara bersama, bisa-bisa tingkat inflasi tembus 3,5 persen.
Terburuknya lagi, daya beli masyarakat yang sebenarnya belum pulih 100 persen
berpeluang semakin melemah.
"Padahal daya beli ini kan penyokong ekonomi, tahun depan masih berharap sama
konsumsi," ucap David.
Kemampuan beli masyarakat terganggu lagi berisiko menekan ekonomi dalam negeri.
Sebab, tingkat konsumsi masih menyumbang lebih dari 50 persen ke pertumbuhan
ekonomi.
"Apalagi masyarakat kelas menengah ke bawah, itu yang jadi penopang terbesar
konsumsi," kata David.
Sebagai catatan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019 hanya sebesar 5,05
persen secara tahunan atau melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu,
5,27 persen.
Mayoritas struktur pembentuk pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi rumah
tangga sebesar 55,79 persen, diikuti investasi 31,25 persen, sedangkan ekspor 17,61
persen dan impor 18,53 persen.
(sfr).
Page 92 of 146.

