Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 OKTOBER 2019
P. 91
Title ANCAMAN PHK DI TENGAH KENAIKAN CUKAI ROKOK
Media Name cnnindonesia.com
Pub. Date 25 Oktober 2019
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191025073320-92-442708/ancaman- phk-di-
Page/URL
tengah-kenaikan-cukai-rokok
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Pemerintah resmi menaikkan tarif cukai rokok rata-rata 23 persen mulai 1
Januari 2020 mendatang. Aturan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 152 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau yang ditandatangani Menteri Keuangan
Sri Mulyani Indrawati pada 18 Oktober 2019.
PMK itu seolah-olah menjadi penegasan dari pemerintah atas rencana kenaikan yang
sudah diumumkan sejak September 2019 kemarin. Naiknya cukai rokok akan membuat
rata-rata harga jual eceran rokok diperkirakan meningkat 35 persen dari harga jual saat
ini.
Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim
berpendapat keputusan ini jelas merugikan industri rokok dan tembakau. Permintaan
terhadap rokok bisa saja turun, sehingga pembelian tembakau oleh perusahaan ikut
terdampak.
Kalau permintaan terus menurun, kinerja industri rokok dan tembakau jelas akan
menyusut. Bila demikian, bukan tidak mungkin perusahaan akan melakukan pemutusan
hubungan kerja (PHK) kepada sejumlah karyawannya demi mengurangi beban biaya di
tengah permintaan yang merosot.
"Kenaikan cukai tahun 2020 memang akan berdampak pada sektor pertembakauan
baik di sektor perkebunan, industri, maupun retail, sehingga pada ujungnya akan
berdampak terhadap tenaga kerja" papar Abdul kepada CNNIndonesia.com, Kamis
(24/10).
Belum lagi terdapat beberapa peraturan daerah (perda) yang membatasi penjualan
atau pemasaran rokok secara terbuka di toko. Hal ini akan menambah lesu industri
rokok dan tembakau dalam waktu mendatang.
Kendati demikian, Abdul belum bisa berspekulasi jumlah tenaga kerja yang akan
terkena dampak dari kebijakan-kebijakan ini.
"Dampak terhadap tenaga kerja juga diakibatkan karena banyak perda-perda yang
membatasi tempat penjualan rokok. Untuk itu saya belum bisa memperkirakan berapa
tenaga kerja yang terdampak," terang dia.
Petani di Desa Pijot, Lombok Timur melakukan aktivitas panen tembakau. ( CNN
Indonesia/Agustiyanti).
Page 90 of 146.

