Page 42 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 MARET 2020
P. 42
Title PEMBAHASAN TENTANG OMNIBUS LAW PERLU MENDENGAR ASPIRASI MASYARAKAT
Media Name tribunnews.com
Pub. Date 26 Maret 2020
https://www.tribunnews.com/nasional/2020/03/26/pembahasan-tentang-omni bus-law-
Page/URL
perlu-mendengar-aspirasi-masyarakat
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi mengalami pelambatan, tidak hanya di Indonesia,
namun di berbagai belahan dunia. Hal itu disebabkan wabah virus Corona (Covid-
19) yang menjadi pandemi global.
Oleh karena itu, Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan
Kerja dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di
Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh akademisi Universitas Tarumanegara, Ahmad Redi, saat
dihubungi pada Rabu (25/3/2020).
"Ancaman perlambatan ekonomi tidak hanya menyasar Indonesia. Ini akan menjadi
persoalan global. RUU Cipta Kerja disusun dalam rangka meningkatkan
pertumbuhan ekonomi pada saat belum terjadi pandemi Corona," kata Redi.
"RUU ini masih relevan untuk menjadi solusi peningkatan pertumbuhan ekonomi,"
sambungnya.
Dalam penyusunan RUU Omnibus Law Cipta Kerja , telah mendapat penolakan dari
sejumlah elemen masyarakat dan organisasi buruh karena dinilai merugikan mereka.
Namun, menurut Pakar Hukum Tata Negara ini, penolakan masyarakat terhadap
RUU Cipta Kerja merupakan bagian dari aspirasi yang disampaikan ke publik. Sebab,
pada dasarnya, semua pihak menginginkan adanya pertumbuhan ekonomi.
"Penolakan dari masyarakat merupakan aspirasi yang wajib didengar. Pemerintah
dan DPR bersama masyarakat sama-sama berkeinginan untuk memajukan
perekonomian nasional," ujar Redi.
Sementara itu, sejumlah pasal kontroversi yang ada di RUU Omnibus Law Cipta
Kerja harus diselesaikan dengan meminta masukan dari sejumlah elemen
masyarakat. Bila ada pasal yang dianggap merugikan, masyarakat harus dikaji
kembali.
Page 41 of 121.

