Page 40 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 MARET 2020
P. 40
Title KSPI SEBUT BURUH RENTAN TERPAPAR COVID-19 DAN KENA PHK
Media Name republika.co.id
Pub. Date 26 Maret 2020
https://republika.co.id/berita/q7sf2k459/kspi-sebut-buruh-rentan-terpa par-covid19-dan-
Page/URL
kena-phk
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
JAKARTA - Sampai saat ini sejumlah perusahaan masih beroperasi meskipun sudah
ada imbauan pemerintah untuk bekerja dari rumah untuk mengantisipasi
penyebaran Covid-19. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said
Iqbal mengatakan buruh sangat rentan terpapar Covid-19.
"Para buruh sangat rentan terpapar Covid-19. Kalau banyak buruh yang terinfeksi,
maka perekonomian Indonesia akan semakin terpuruk," ujar Said Iqbal dalam
keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/3).
Iqbal juga mengingatkan semua pihak dengan adanya potensi terjadi pemutusan
hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Potensinya bisa mencapai puluhan bahkan
ratusan ribu pekerja. "Kami menyebutnya sebagai darurat PHK," kata Iqbal.
Darurat PHK bisa dilihat dari empat kondisi berikut. Kondisi yang pertama, kata
Iqbal, adalah ketersediaan bahan baku di industri manufaktur yang mulai menipis.
Khususnya bahan baku yang berasal dari impor seperti dari China dan negara-
negara lain yang juga terpapar Covid-19.
Industri yang akan terpukul adalah padat karya seperti tekstil, sepatu, garmen,
makanan, minuman, komponen elektronik, hingga komponen otomotif. "Karena
bahan baku berkurang, maka produksi akan menurun. Ketika produksi menurun,
maka berpotensi terjadi pengurangan karyawan dengan melakukan PHK. Oleh
karena itu, sebaiknya perusahaan segera meliburkan para pekerjanya untuk
mengurangi biaya produksi seperti biaya listrik, gas, transportasi, dan perawatan,"
terang dia.
Kedua, melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Jika situasi itu terus
berlanjut, perusahaan padat karya maupun padat modal akan terbebani dengan
biaya produksi yang tinggi. Terutama perusahaan-perusahaan yang harus membeli
bahan baku impor.
"Perusahaan membeli bahan baku dengan dolar dan menjual dengan rupiah yang
terus melemah. Ditambah dengan daya beli masyarakat yang menurun tajam,
perusahaan akan kesulitan menaikkan harga jual. Ini akan membuat perusahaan
Page 39 of 121.

