Page 101 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 101

Ringkasan



              Dalam upaya memberikan pelindungan dan pemenuhan hak kepada penyandang disabilitas,
              Kementerian  Ketenagakerjaan  menandatangani  Nota  Kesepahaman  bersama  dengan
              Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nota kesepahaman antara dua institusi ini
              terkait pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas pada BUMN.



              KEMNAKER-KEMENTERIAN BUMN SEPAKAT PEKERJAKAN PENYANDANG
              DISABILITAS

              RMOLBANTEN.  Dalam  upaya  memberikan  pelindungan  dan  pemenuhan  hak  kepada
              penyandang  disabilitas,  Kementerian  Ketenagakerjaan  menandatangani  Nota  Kesepahaman
              bersama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nota kesepahaman antara
              dua institusi ini terkait pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas
              pada BUMN.

              Penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Kemnaker dan Kementeriann BUMN serta
              komitmen bersama oleh BUMN ditandatangani oleh Direktur SDM PT Pertamina, Koeshartanto;
              Direktur  SDM  &  Umum  PT  Kereta  Api  Indonesia,  Agung  Yunanto;  Direktur  Human  Capital
              Management (HCM) PT PLN, Syofvi F. Roekman; Direktur HCM PT Telkom Indonesia, Afriwandi;
              dan Direktur HC PT BRI, Herdy Rosadi Harman; di ruang Tridharma Kemnaker, Jakarta, Rabu
              (22/7).

              Penandatangan  komitmen  bersama  tersebut  disaksikan  oleh  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida
              Fauziyah  dan  Menteri  BUMN,  Erick  Thohir.  Dalam  sambutannya,  Menaker  Ida  Fauziyah
              menyampaikan, sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 2016, khususnya terkait Pasal 53 ayat (1),
              di mana Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik
              Daerah  wajib  mempekerjakan  paling  sedikit  2  persen  Penyandang  Disabilitas  dari  jumlah
              pegawai atau pekerja.

              "Kami mengajak bergandengan tangan terutama temen-temen BUMN dan pimpinan perusahaan
              BUMN menandatangani komitmen bersama berikutnya. Kalau sekarang dengan Menteri BUMN,
              berikutnya  ditindaklanjuti  oleh  seluruh  perusahaan  yang  dikelola  Kementerian  BUMN,"  ujar
              Menaker Ida dalam keterangan tertulisnya.

              Dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Menaker Ida berharap BUMN mempekerjakan dan
              terus memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas sebagai wujud pemenuhan hak
              untuk membuktikan peran dan partisipasinya dalam pembangunan sesuai dengan potensi dan
              kemampuannya.

              "Kami  tak  henti-hentinya  mengingatkan  Kementerian/Lembaga,  BUMN,  Pemda  untuk
              merealisasi  UU  Nomor  8  Tahun  2016.  Kalau  belum  sampai  2  persen,  mohon  didorong  agar
              sampai terpenuhi 2 persen," ujarnya.

              Menaker Ida memberikan apresiasi kepada perusahaan BUMN yang telah banyak memberikan
              kesempatan  mempekerjakan  penyandang  disabilitas.  Meski  kondisi  pandemi,  dengan  pasar
              kerja terbatas dan banyaknya pekerja dirumahkan, diharapkan bisa memenuhi 2 persen.

              "Tetapi tetap mengingatkan komitmen itu penting untuk direalisasikan," ujarnya. Penyandang
              disabilitas, Muktadin Mustafa, yang kini bekerja di Kemnaker berharap BUMN dan K/L lainnya
              juga  mendukung  untuk  mempekerjakan  dan  memberikan  kesempatan  lebih  luas  kepada
              penyandang disabilitas seperti dirinya.
                                                           100
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106