Page 96 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 96
"Kami tak henti-hentinya mengingatkan Kementerian/Lembaga, BUMN, Pemda untuk
merealisasi UU Nomor 8 Tahun 2016. Kalau belum sampai 2 persen, mohon didorong agar
sampai terpenuhi 2 persen," ujarnya.
Lebih lanjut Ida memberikan apresiasi kepada perusahaan BUMN yang telah banyak
memberikan kesempatan mempekerjakan penyandang disabilitas.
Meski kondisi pandemi, dengan pasar kerja terbatas dan banyaknya pekerja dirumahkan,
diharapkan bisa memenuhi 2 persen.
"Tetapi tetap mengingatkan komitmen itu penting untuk direalisasikan," imbuhnya.
Di sisi lain, salah satu penyandang disabilitas yang kini bekerja di Kemnaker Muktadin Mustafa,
berharap BUMN dan K/L lainnya juga mendukung untuk mempekerjakan dan memberikan
kesempatan lebih luas kepada penyandang disabilitas seperti dirinya.
"Fasilitas sudah ada ada, BUMN dan K/L mendukung, sudah saatnya kita bisa sukses," katanya
Selama bekerja menjadi pegawai Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing
(PPTKA) Muktadin mengaku fasilitas kerja yang diberikan sangat mendukung dan pekerjaan
yang diberikan tidak menambah beban bagi dirinya.
"Saya berterima kasih kepada Kemnaker yang telah membuka kesempatan jalur PNS khusus
bagi jalur disabilitas. Sehingga teman-teman saya juga berkesempatan," ungkapnya.
Sebagaimana pesan dari orang tuanya, Muktadin juga berpesan kepada penyandang disabilitas
agar tidak terkungkung dengan kekurangan, melainkan fokus dan improve dengan yang apa
yang bisa dilakukan.
"Jangan menyerah dan jangan terkungkung dengan kekurangan anda. Semua orang punya
kekurangan. Tapi fokus dan improve apa yang bisa anda lakukan, " kata Muktadin.
Sementara itu, Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan komitmen mempekerjakan
penyandang disabilitas sudah dijalankan Kementerian BUMN. Tahun 2020, pihaknya telah
merekrut 178 yang merupakan bagian dari amanat UU Nomor 8 Tahun 2016 untuk
mempekerjakan minimal 2 persen penyandang disabilitas di perusahaan.
"Kita tadi juga belajar dari Muktadin, dengan kondisi COVID-19 dan memulihkan ekonomi,
jangan lihat kekurangan kita, tapi bagaimana kita fokus bekerja," ujarnya.
Selain fokus bekerja, Erick Thohir meminta dukungan Ida untuk bersinergi dalam tugas
tambahan Kementerian BUMN. Yakni, memastikan program-program yang bisa disinergikan,
membuka kesempatan lapangan kerja dengan kondisi terkini sekaligus memastikan bantuan
kepada pekerja informal dan formal yang sangat membutuhkan hari ini.
"Kondisi saat ini, kita harus jadi satu paduan. Saya mohon dukungan Ibu sangat penting, karena
ini bagian yang harus kita laksanakan tugas secara bersama, tidak secara sektoral. Karena tidak
ada artinya Komite yang dibentuk presiden hari ini tanpa bantuan dari para Menteri,"
pungkasnya.
(ega/ega)
95

