Page 162 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 162
Ringkasan
Nama lembaga Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dicatut oleh oknum yang
tidak bertanggungjawab berkaitan dengan penggerebekan 19 calon pekerja migran Indonesia (
PMI ) yang hendak diberangkatkan oleh dua perusahaan secara ilegal ke Thailand.
MARAK PENGIRIMAN PMI SECARA ILEGAL, OKNUM POLISI DAN TNI DISEBUT
TERLIBAT
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan
ketidakadilan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih sering terjadi. Mislanya perbudakan,
eksploitasi, hingga kekerasan seksual.
Benny menyebut, hal itu tidak lepas dari tindakan pemberangkatan PMI secara ilegal ke luar
negeri. Dalam praktiknya, tindakan ini kerap dilakukan oleh sindikat mafia pengirim PMI secara
ilegal.
"Semua ini tidak lepas dari risiko atau konsekuensi memberangkatkan PMI dengan cara-cara
ilegal yang diberangkatkan oleh mereka yang kami sebut sindikat mafia pengiriman PMI ilegal,"
ujar Benny di Gedung BP2MI, Jalan MT. Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2020).
Benny menyatakan, komplotan mafia ini terdiri dari pemilik modal yang berkoneksi dengan
oknum tertentu. Dari laporan yang dia terima, setidaknya ada oknum TNI, Polri, bahkan sampai
BP2PMI yang terlibat.
"Mereka adalah komplotan yang terdiri dari pemilik modal, pengusaha dengan oknum-oknum
tertentu. Kalau mengikuti laporan ada oknum TNI terlibat, oknum polisi terlibat, okjum imigrasi,
dan bahkan oknum di BP2M," jelasnya.
Berkenaan dengan hal tersebut, Benny menyebut jika penindakan soal pengiriman PMI secara
ilegal bukan menjadi kewenangan lembaganya. Dia menegaskan, pihaknya hanya akan
memaksimalkan upaya pencegahan, misalnya penggerebekan seperti beberapa waktu lalu.
"Apapun akan kami lihat di lapangan, kewenangan penggerebekan yang kami miliki akan kami
maksimalkan. Kemudian proses selanjutnya akan kami serahkan ke Bareskrim Polri," kata dia.
Politisi Partai Hanura itu menambahkan, seluruh pihak harus duduk satu meja dan melepaskan
ego sektoral untuk mengatasi permasalahan tersebut. Selain itu, Benny menegaskan jika
pihaknya tidak akan pernah menjadi antek pengusaha brengsek yang berorientasi mendapatkan
keuntungan.
"Semua harus duduk satu meja, melepaskan ego sektoral masing-masing dan jangan pernah
mau menjadi antek-antek pengusaha brengsek, mereka yang hari ini hanya berorientasi
mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Kita harus berorientasi pada PMI," papar
Benny.
Sebelumnya, BP2MI melaporkan hasil penggerebekan 19 calon pekerja migran Indonesia (PMI)
yang hendak diberangkatkan oleh dua perusahaan secara ilegal ke Thailand ke Bareskrim Polri.
Belasan calon PMI tersebut sebelumnya diamankan BP2MI saat melakukan penggerebekan di
Apartemen Bogor Icon, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (17/7) malam.
Benny Rhamdani menjelaskan, maksud kedatangannya ke Bareskrim Polri untuk menyampaikan
bahwa kejahatan terkait tindak pidana perdagangan orang alias TPPO masih marak terjadi.
161

