Page 140 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JANUARI 2020
P. 140
Ada dua hal yang bisa dipetik dari kejadian itu. Pertama, kita terlalu mudah untuk
termakan isu. Begitu menerima isu, kita tidak pernah mencoba mencari tahu duduk
perkara dari persoalan, tetapi langsung bereaksi.
Inilah yang membuat mengapa demokrasi yang sudah lebih dari dua dekade kita
jalankan tidak membuat kita sebagai bangsa menjadi lebih cerdas. Demokrasi
sekadar ditangkap dari sisi kebebasannya tanpa mau mendalami kebebasan itu
sebenarnya untuk apa.
Sepanjang kita hanya mementingkan sisi freedom from, tetapi tidak pernah mau
peduli pada sisi freedom for, orang akan takut untuk masuk ke Indonesia. Investor
lebih memilih masuk ke Tiongkok yang tidak mengenal demokrasi daripada
Indonesia yang menerapkan demokrasi karena yang lebih diutamakan para investor
ialah kepastian.
Namun, hal kedua yang perlu menjadi perhatian ialah sosialisasi dari rencana
kebijakan harus menjadi tabiat kita bersama. Kita harus mengajak semua komponen
bangsa membicarakan berbagai kebijakan yang hendak kita keluarkan agar tidak
menjadi bola liar yang tidak perlu.
Sistem demokrasi memang lebih melelahkan karena setiap kali harus mendengarkan
suara publik. Akan tetapi, itu risiko dari pilihan kita memilih jalan demokrasi. Kita
harus membangun konsensus bersama agar setiap langkah yang diambil tidak
menimbulkan salah prasangka.
Semua negara demokrasi harus melakukan hal itu. Setiap kebijakan yang hendak
dikeluarkan harus terlebih dulu dilempar ke masyarakat. Kelompok yang mendukung
dan yang menentang harus diedukasi dan dijelaskan latar belakang dikeluarkan
kebijakan itu agar masyarakat menjadi lebih paham.
Baru setelah proses sosialisasi itu disampaikan, kebijakan itu ditetapkan. Bahwa
kemudian masih ada yang keberatan, mungkin saja terjadi. Namun, demi
kepentingan yang lebih besar, pemerintah harus jalan dengan kebijakan yang sudah
ditetapkan.
Kembali kepada omnibus law sendiri, itu merupakan sesuatu yang harus kita
lakukan. Kita tidak bisa terus membiarkan banyak warga bangsa ini tidak
mempunyai pekerjaan. Negara ini harus mengupayakan agar semua warga bangsa
ini menjadi orang produktif.
Kita pantas berkaca kepada Thailand untuk membuat rakyatnya tidak menganggur.
Ibaratnya semua investasi diizinkan masuk sepanjang mereka mau mempekerjakan
orang Thailand. Tidak usah heran apabila angka pengangguran di Thailand pada
awal 2020 hanya 1,1%.
Serikat pekerja seharusnya ikut memikirkan bagaimana agar lebih banyak orang
Indonesia bekerja. Jangan biarkan ada satu orang pun di sekitar kita yang
Page 139 of 163.

