Page 111 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 111

Title          BANYAK PASAL BERMASALAH, OMBUDSMAN NILAI PERUMUSAN OMNIBUS LAW SALAH
                              KONSEP
               Media Name     suara.com
               Pub. Date      22 Februari 2020
               Page/URL       https://www.suara.com/news/2020/02/22/172624/banyak-pasal-bermasalah-o
                              mbudsman-nilai-perumusan-omnibus-law-salah-konsep
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               Anggota Ombudsman RI Alamsyah Saragih melihat ada sejumlah kejanggalan dalam
               proses perumusan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, dia menyebut RUU ini sudah
               salah konsep sejak awal diinisiasi.

               Alamsyah mengatakan ada tiga hal yang mendasarinya berpendapat seperti itu.
               Pertama dari sisi proses perumusan RUU ini sudah terlihat adanya mal-administrasi
               karena sejak awal proses perumusan sudah tidak terbuka.


               "Wajar kalau kemudian orang menduga ada mal administrasi dan faktanya sudah
               terlihat ada pasal 170 yang diakui sendiri oleh pemerintah bahwa hal itu tidak tepat.
               Kalau tidak tepat berarti prosesnya sudah proper kalau itu bisa keluar. kenapa?
               Kalau dari dulu sudah dibuka ke publik pasti sudah terkoreksi," kata Alamsyah saat
               ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

               Kemudian, dari awal Alamsyah melihat kerangka pemikiran sebelum membuat RUU
               ini sudah keluar dari konteksnya sehingga banyak pasal yang mengada-ada demi
               kepentingan beberapa golongan saja atas nama investasi.

               "Omnibus Law ini bukan out of the box tapi out of context sehingga walaupun dia
               diatur 1000 sekian pasal menurut saya banyak hal yang sebetulnya jadi tidak
               essential. itu kan buang-buang energi," ucapnya.

               Terakhir, dia menyarankan DPR untuk mengembalikan draft tersebut untuk
               diperbaiki ke pemerintah, sebab sejak dibuka untuk publik pada Rabu (12/2/2020),
               beberapa pasal dalam draft tersebut sudah banyak mengundang masalah.

               "Dan yang lebih penting lagi trust di masyarakat itu terjaga, kecuali jika memang
               pemerintah merasa tidak diperlukan trust dari publik," tegasnya.

               Diketahui, draft RUU Cipta Kerja yang diberikan pemerintah ke DPR pada Rabu
               (12/2/2020) lalu itu langsung menunai kecaman dari berbagai elemen mulai dari
               buruh, asosiasi media, hingga masyarakat sipil.

               RUU yang terdiri dari 79 Undang-Undang dengan 15 bab dan 174 pasal itu dinilai
               bermasalah karena terlalu mengutamakan kepentingan pengusaha atas nama
               investasi dan membuat presiden terlalu sentral dalam pembuatan kebijakan negara.





                                                      Page 110 of 223.
   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116