Page 115 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 115

"Cara bekerjanya sama. Bahwa pasal-pasal dengan substansi yang sama dari
               undang-undang yang tadi yang banyak, itu baru akan berubah nanti pada saat
               Undang-undang Cipta Kerja ini diketok palu, efektif berlaku," terangnya.


                Jadi omnibus law itu, sambung Dini, UU biasa tapi isinya heterogen, multi sektor,
               enggak seperti undang-undang yang dikenal pada umumnya, itu saja. Soal RUU
               Cipta Kerja ini, menurut Dini, periode pertama presiden kemarin itu menekankan
               pada pembangunan infrastruktur. Ia menjelaskan bahwa untuk periode kedua ini
               presiden jelas bahwa penekanannya ada pada pembangunan sumber daya manusia
               dan dari itu juga terkait dengan pertumbuhan ekonomi.

                "Nah kenapa sih perlu RUU Cipta Kerja ini? kalau kita lihat dari hasil survei kemarin
               yang menjadi 2 hal isu besar adalah lapangan pekerjaan dan pengangguran,"
               paparnya.

               Agenda besar Presiden Jokowi untuk periode kedua ini, kata Dini, mendorong
               pertumbuhan ekonomi yang berarti menggenjot investasi, investasi baik dari luar
               maupun dalam negeri. "Kalau misalnya enggak ada investasi, uang enggak datang
               ke sini, tidak tercipta lapangan pekerjaan berarti apa, ujung-ujungnya daya beli
               turun, ujung-ujungnya enggak ada pertumbuhan ekonomi," katanya.


                Maksud Presiden Jokowi, tutur Dini, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk
               membuat situasi iklim yang kondusif bagi orang berusaha dan pada akhirnya
               penciptakan lapangan pekerjaan, meng-absorb pengangguran agar bekerja
               sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM.

                "Makanya tadi saya bilang bahwa kemudahan perizinan di sini itu tidak hanya
               kepada investor besar saja, tetapi juga untuk UMKM. Jadi Presiden ingin bisa
               tercipta lapangan pekerjaan seluas-luasnya dan menurunkan angka pengangguran,
               itu saja," terangnya.

                Presiden Jokowibilang, lanjut Dini, ingin menggenjot investasi dan bisa menciptakan
               lapangan kerja yang lebih luas untuk rakyat Indonesia, tapi jangan sampai upah
               minimum turun. Kewenangan Daerah dan Amdal Berbicara soal kewenangan
               pemerintah daerah, menurut Dini, arahan presiden bahwa harus hati-hati semua itu
               dilakukan sesuai prosedur, berdasarkan koridor yang proper, jangan sampai ada
               undang-undang yang dilangkahi atau dilanggar.

                "Kalau ada hal-hal yang perlu disinkronisasikan antara pemerintah pusat dan
               daerah, ya memang itu harus. Karena kita lihat selama ini juga pelaksanaan
               kebijakan pemerintah pusat kadang-kadang terkendala di daerah," katanya.

                Untuk itu kepala daerah seharusnya berjalan inline dengan kebijakan pemerintah
               pusat, supaya apa yang ditetapkan secara nasional bisa berjalan dengan baik dan
               tidak terkendala di lapangan. "Tidak ada sama sekali maksud untuk mau mengambil
               kewenangan daerah, oh mau otoriter, tidak. Bapak semata-mata ingin dimana
               supaya ini sinkron," ucapnya.





                                                      Page 114 of 223.
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120