Page 113 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 113

1 dari 2 halaman  Gara-Gara Omnibus Law, Presiden  Jokowi  Dituding Mirip VOC
               Dikertur Eksekutif WALHI, Nur Hidayati, menyebut Omnibus Law Cipta Kerja
               menyerupai cara VOC atau persekutuan dagang Belanda pada zaman kolonialisme.
               Sebab, dengan RUU ini, semua dibuat peranan sentral sebagai sumber utamanya
               adalah presiden.

                "Ini kan jadi memang sentralisasi dan government, terutama presiden, seolah
               menjadi sumber hukumnya dari berusaha di Indonesia. Ini sebenarnya sudah
               menyerupai apa VOC itu sendiri, untuk kemudian melakukan semua itu harus
               ditangan satu pihak dan melayani korporasi semangatnya," kritik Nur saat diskusi
               RUU Cipta Kerja bersama Smartfm di The Maj, Senayan, Jakarta.


                Karenanya, Nur menilai jika tujuan Omnibus Law adalah untuk kemudahan
               investasi, maka jangan sebut hal itu RUU Cipta Kerja. "Jangan kemudian seolah
               ingin menciptakan lapangan kerja, seolah berpihak ke rakyat, padahal sebenarnya
               isinya hanya mengakomodir kepentingan pebisnis besar," tegas Nur.


                2 dari 2 halaman  Menaker soal Penolakan RUU Omnibus Law: Ruang Dialog Masih
               Terbuka  Draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja mendapatkan penolakan dari para
               buruh. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebut, bahwa ruang untuk
               berdialog masih terbuka. Pemerintah dan DPR juga terus mensosialisasikan Omnibus
               Law tersebut.

                "Ruang dialog masih terbuka. Kita sudah menyampaikan kepada DPR. Kita juga
               sepakat dengan DPR akan menyosialisasikan RUU tersebut ke seluruh stakeholder,"
               kata Ida di kompleks Istana Kepresidenan.

                Ida menambahkan, pihaknya punya tim sosialisasi yang modelnya tripartit, yaitu
               pemerintah, pekerja dan buruh. Tim ini di samping melakukan sosialisasi, juga
               membahas soal substansi. "Termasuk bersama-bersama membahas menyiapkan
               peraturan teknis perintah dari UU," kata Ida.

                Menurut politikus PKB itu, penolakan RUU dari kalangan buruh karena adanya miss
               komunikasi. Oleh sebab itu Ida dam tim tripartit terus melakukan sosialisasi.

                "Saya bisa mengerti ada miskomunikasi, saya rasa kita akan terus melakukan
               sosialisasikan itu," ucapnya.

                Reporter: Ditto Radityo  Sumber:  Liputan6  [bim]   Menko Airlangga: Skema Upah
               Minimum Ditetapkan Gubernur Daerah Masing-Masing.

















                                                      Page 112 of 223.
   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118