Page 116 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 116
Terkait izin Amdal, menurut Dini, itu akan tetap perlu ke depannya vuma memang
sekarang itu lebih selektif dalam arti dilihat dari risiko, berarti risk space karena
memang selama ini kita lihat di praktik untuk industri yang berisiko tinggi sangat
bekorelasi dengan penggunaan bahan baku yang berbahaya amdal harus tetap.
"Tapi selama ini amdal itu jadi memberatkan pengusaha karena sebenarnya
sektornya itu sama sekali enggak berbahaya, enggak ada hubungannya tapi
diwajibkan untuk membuat dokumen ini yang harganya enggak murah," jelasnya.
Jadi memang dilihat dari fakta itu, lanjut Dini, lebih penting untuk monitoring,
evaluasi, pemantauan kan dari waktu ke waktu, sehingga di awal dikasih tahu apa
yang tidak boleh dilakukan, harus memperhatikan A, B, C, D, E, kemudian ada
monitoring/pengecekan berkala. "Kalau ternyata melanggar diberikan sanksi, sampai
melawan terus, (maka) dicabut izinnya. Jadi lebih begitu pendekatannya, bukan
berarti sekarang bebas tidak perlu memperhatikan lingkungan, enggak begitu,"
tandasnya.
Di akhir penjelasan, Dini menegaskan kembali untuk proses Amdal itu dokumen
untuk industri-industri yang memang berisiko tinggi, menghasilkan atau
menggunakan bahan baku yang bebahaya. "Tapi kalau memang dianggap rendah
ya tidak perlu di awal, dia hanya perlu dikasih guidelines apa saja yang harus
diperhatikan dan tidak boleh dilakukan dan kemudian dimonitor," pungkasnya.
(kri).
Page 115 of 223.

