Page 162 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 162
Title PEKERJA MEDIA KHAWATIR OMNIBUS LAW PICU PHK MASSAL
Media Name republika.co.id
Pub. Date 21 Februari 2020
https://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/20/02/21/q60j3l428 -pekerja-media-
Page/URL
khawatir-omnibus-law-picu-phk-massal
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
JAKARTA -- Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi
(SINDIKASI) menilai omnibus law cipta kerja tidak hanya berdampak pada buruh,
melainkan kepada tenaga kerja di semua bidang. Salah satu dampak yang
dikhawatirkan muncul yaitu terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK)
massal.
"Di pasal 154 a akan dibilang PHK bisa terjadi kalau ada peleburan atau
penggabungan, dan efisiensi. Dua alasan ini alasan utama sering dijadikan dalih
pengusaha melakukan PHK sepihak, yang sudah banyak terjadi sekarang dengan
respons pengawas tenaga kerja yang sangat buruk, tapi malah dilegitimasi dalam
omnibus cilaka, yang berarti PHK akan sangat besar," kata Ketua SINDIKASI Ellena
Ekarahendy dalam diskusi di kantor Walhi, Mampang Prapatan, Jakarta, Kamis
(20/2).
Menurutnya, tanda-tanda terjadinya gelombang PHK massal justru sudah terlihat
sebelum omnibus law disahkan. Beberapa hari terakhir, ia kerap mendapatkan
berita terkait pemecatan karyawan besar-besaran yang terjadi selama sepekan ini.
"Kalau RUU cilaka goal, PHK massal pasti akan terjadi, dan pemerintah apakah
siap?" ujarnya.
Selain itu dalam RUU omnibus law cipta kerja , peluang seorang pekerja untuk bisa
mendapatkan status pekerja tetap akan semakin sulit. Hal tersebut mengingat
adanya aturan yang memungkinan semua pekerja menjadi pekerja dengan
perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).
"Bahwa relasi kerja untuk menjadi pekerja tetap akan semakin sulit, terutama
pekerja muda, dan akan semakin sulit untuk teman-teman mahasiswa, SMK, ini
akan menghadapi relasi kerja yang mustahil jadi pekerja tetap," ujarnya.
Page 161 of 223.

