Page 189 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 189

Perihal amdal (analisis mengenai dampak lingkungan), dalam RUU Cipta Kerja diatur
               bahwa usaha dengan risiko rendah cukup menyatakan persetujuan akan memenuhi
               persyaratan.


               "Khusus untuk kawasan industri yang sudah punya amdal dan izin industri yang
               dibangun sudah sesuai dengan peruntukan kawasan industri tersebut," katanya.

               Terkait perizinan, Airlangga menyatakan bahwa pengurusannya tetap ada di daerah
               masing-masing. Pihaknya juga berharap semua pelayanan terpadu satu pintu
               (PTSP) bisa menjalankan online single submission (OSS) sehingga perizinan di setiap
               daerah terstandardisasi.


               Sebagaimana diketahui, dalam RUU Cipta Kerja ada sejumlah pasal yang mengatur
               investasi dan perizinan berusaha. Jumlahnya 80 pasal. Lalu, pengadaan lahan 17
               pasal, investasi pemerintah dan proyek strategis nasional 20 pasal, serta penguatan
               UMKM dan koperasi 15 pasal.

               Dengan demikian, porsi substansi terkait kemudahan berusaha, investasi, dan
               UMKM mencapai 84,5 persen.

               "Karena yang terkait hal ini jumlahnya banyak dan tersebar merata," kata Airlangga.


               Konflik Agraria

               Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menilai, RUU Ciptaker akan memperluas
               ketimpangan dan konflik agraria. Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika
               mengungkapkan sejumlah masalah pokok RUU Ciptaker.

               Mulai masalah pengadaan tanah, diskriminasi atas petani dan masyarakat adat,
               terhambatnya realisasi reformasi agraria, hingga memperparah konflik agraria
               struktural.

               Berdasar catatan akhir tahun KPA pada 2019, sepanjang 2019 terjadi 279 letusan
               konflik agraria seluas 734.239,3 hektare yang berdampak pada 109.042 kepala
               keluarga. Selama lima tahun terakhir, terjadi 2.047 letusan konflik agraria di sektor
               perkebunan, kehutanan, pertambangan, pesisir pulau-pulau kecil, pertanian,
               infrastruktur, dan properti.

               Sementara itu, ketimpangan penguasaan tanah di Indonesia mencapai 0,68.
               Artinya, 1 persen penduduk menguasai 68 persen tanah di Indonesia. ''Apabila
               disahkan, RUU Cipta Kerja akan memperparah situasi krisis agraria di atas,'' jelas
               Dewi.

               Menurut dia, kemudahan dan prioritas pemberian hak atas tanah bagi kepentingan
               investasi dan kelompok bisnis seperti yang tercantum dalam RUU Cipta Kerja
               berpotensi meningkatkan konflik agraria serta ketimpangan dan kemiskinan
               struktural.






                                                      Page 188 of 223.
   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194